Connect with us

Muratara

Apel Pasca Lebaran, Bupati Minta OPD Evaluasi Bawahan

Published

on

EVALUASI : para pegawai ASN Kabupaten Muratara bersalaman usai apel gabungan.

REL, Muratara -Bupati Muratara HM Syarif Hidayat memimpin apel pagi di halaman kantor Pemkab Muratara, Senin (10/6). Usai apel pagi, dilanjutkan dengan halal bihalal.

Apel pagi ini merupakan apel perdana setelah libur hari raya idul fitri. Dimana sebelumnya pemerintah memberikan cuti panjang kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) sebelum dan sesudah lebaran.

Dalam arahannya, Bupati mengingatkan, setelah pemerintah menetapkan cuti bersama selama sekitar 10 hari. Kini saatnya para ASN dilingkungan Pemkab Muratara memulai kembali aktivitas dalam melayani masyarakat.

Bupati menegaskan, sesuai dengan instruksi. Kehadiran para ASN harus dilaporkan ke pusat. Untuk itu, dirinya meminta kepada setiap kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk mengecek dan mengevaluasi kehadiran bawahannya.

“Saya atas nama pribadi, keluarga dan staf Pemkab Muratara mengucapkan selamat hari raya idul fitri, mohon maaf lahir dan batin,” pungkasnya. (16).

Muratara

Enam Tenaga Pengajar  Ikuti Seleksi Guru Berprestasi

Published

on

By

SELEKSI : Enam guru dan kepsek mengikuti seleksi guru berprestasi.

REL, Muratara – Sebanyak 6 tenaga pendidik dan kependidikan yang terdiri dari guru dan Kepala Sekolah sekabupaten Muratara mengikuti seleksi guru berprestasi dan berdedikasi.

Seleksi guru berprestasi dan berdedikasi tersebut, berlangsung di Sekolah Menengah Atas (SMA) Bina Satria Kelurahan Muara Rupit Kecamatan Rupit, kemarin

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Muratara H Sukamto mengatakan, untuk kategori dedikasi diperuntukan bagi sekolah yang berada di daerah terpencil. Seyogyanya kegiatan ini diikuti oleh 8 peserta, namun yang terseleksi hanya 6 peserta.

“Penilaian hari ini sudah ditingkat provinsi, kami hanya memfasilitasi tempat saja. Kami berharap peserta dapat meraih prestasi hingga tingkat provinsi, bahkan sampai ke tingkat nasional,” ujarnya singkat. (16)

Baca Selengkapnya

Muratara

Penampilan Tim Kesenian Muratara, Spektakuler

Published

on

By

FESTIVAL : Penampilan peserta tim kesenian Muratata di Festival Sriwijaya XXVIII

REL, Muratara – Seperti tahun-tahun sebelumnya, Penampilan tim kesenian asal Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) berikan sajian yang memukau para penonton yang telah memadati di halaman panggung Festival Sriwijaya XXVIII yang berlangsung di Benteng Kuto Besak (BKB), Selasa malam (18/7).

Penampilan tim kesenian Kabupaten Muratara yang diawali dengan Tari mendulang emas, dimana memberikan gambaran akan mata pencarian masyarakat Muratara khususnya di Kecamatan Karang Jaya dan Kecamatan Ulu Rawas yang memiliki Sumber Daya Alam (SDA) emas.

Dilanjutkan dengan penampilan lagu yang berjudul Muratara berbenah, dimana Muratara yang baru menginjakkan usia ke enam tahun tentu perlu semangat untuk berbenah dalam mewujudkan Muratara bangkit sehingga setara dengan daerah lain yang lebih dulu berdiri.

Kemeriahan malam festival tersebut tidak hanya itu saja, karena masih ada penampilan puncak oleh tim kesenian, yang merupakan penampilan yang ditunggu-tunggu berupa drama tradisional, yang berjudul” Pancung Mato

Drama yang membawakan cerita legenda akan ritual pemisahan dua kekasih yang memiliki hubungan sedarah yang sudah saling mencintai sehingga terpaksa dipisahkan dengan ritual Pancung mato.

Dengan disaksikan langsung Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat didampingi, Ketua TP PKK Kabupaten Muratara, yang juga Pembina Sanggar kesenian Kabupaten Muratata, Lia Mustika Syarif beserta rombongan menambah semangatnya para pemain asal Muratara.

Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat mengapresiasi atas penampilan para anak asuh Dinas Budpar Kabupaten Muratara.

“Kita bangga, melihat penampilan adik-adik sekalian, penampilan malam ini sangat memukau para penonton yang berasal dari berbagai daerah,”Kata HM Syarif Hidayat saat bertatap muka dengan tim kesenian Muratara.

Bahkan lanjutnya, Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  menawarkan untuk membawa tim kesenian tampil di luar negeri.

“Kadis Pariwisata sempat menanyakan Sanggup tidak kalau tampil ke jepang,”ucapnya.

Orang nomor satu di Bumi Beselang Serundingan ini, bepesan kepada Disbudpar untuk dapat membina dan mengasah akan kemampuan para pemain kesenian.

“Mereka ini potensi, sehingga harus terus dibina dan dilatih, agar lebih baik  sehingga mampu mengharumkan nama baik Muratara,”Sebutnya

Sementara itu, Ketua TP. PKK Kabupaten Muratara, yang juga Ketua Pembina Sanggar kesenian Kabupaten Muratata, Lia Mustika Syarif juga  menyampaikan rasa bangganya atas penampilan anak-anak tim kesenian yang telah berupaya semaksimal mungkin menampilkan yang terbaik pada festival malam ini.

“Kami yakin dengan potensi yang dimiliki oleh adik-adik, kedepan kesenian Muratara dapat menjadi wahana dalam mengenalkan Muratara baik ke tingkat provinsi, nasional bahkan ke pentas internasional,” Kata Lia Mustika Syarif sembari memberikan masukan akan kosa kata yang perlu diperbaiki khususnya bagi penyanyi lagu daerah.

“Terima kasih karena sudah tampil dengan maksimal, selamat pulang kembali ke Muratara berkumpul kembali dengan keluarga di rumah masing-masing,”pesan Lia Mustika Syarif,” pungkasnya. (16)

Baca Selengkapnya

Muratara

Belum Sepenuhnya Dinikmati Warga

Published

on

By

JEMBATAN : Jembatan desa Pauh Kecamatan Rawas Ilir Kabupaten Muratara yang menjembrangi sungai Rawas.

REL, Muratara -Jembatan desa Pauh Kecamatan Rawas Ilir Kabupaten Muratara yang menjembrangi sungai Rawas dibangun tujuh tahun silam, sejak usai dibangun jembatan tersebut belum sepenuhnya bisa dinikmati oleh masyarakat. Dimana jembatan tersebut dibangun sebagai akses jalan masyarakat yang hendak berpergian ke kota Palembang maupun kota Lubuklinggau. Karena jalan itu lebih dekat dibandingan jalan yang ada.

Namun kondisi pangkal jembatan amblas akibat terjangan air Sungai rawas saat banjir, dengan begitu pastinya tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Akan tetapi sayangnya sudah hampir empat tahun pangkal jembatan itu rusak belum ada perhatian atau tanda-tanda akan diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara.

Ade Candra (36) warga desa Pauh menceritakan hembatan otu dibangun pada saat masih bergabung dengan Kabupaten Musi Rawas, dengan tujuan agar mempermudah masyarakat untuk berpergian ke Kota Palembang, dan ke Kota Lubuklinggau. Sebab jalan itu tembusnya ke Muara Lakitan Kabupaten Musi Rawas.

“Ya Jembatan itu dibangun sewaktu masih gabung dengan Musi Rawas, untuk mempermudah masyarakat berpergian keluar desa. Namun belum terlalu dirasakan betul oleh masyarakat pangkal jembatan sudah amblas akibat terjangan air sungai rawas pada saat banjir dulu,”ujarnya.

Dijelaskannya kerusakan tersebut sudah hampir empat tahun, akan tetapi hingga sekarang belum ada tanda-tanda dari pemerintah ingin memperbaikinya. Dengan kondisi seperti itu, pastinya tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Sedangkan untuk kendaraan roda dua bisa, namun harus melalui papan yang dipasang oleh masyarakat.

“Sayang disayangkan sekali, sudah hampir empat tahun belum juga diperbaiki oleh pemerintah. Padahal jembatan itu lebih memperdekat masyarakat yang hendak berpergian ke Palembang dan Lubuklinggau karena tembus ke Muara Lakitan Kabupaten Musi Rawas,”jelasnya.

Menurutnya kalau dilihat sekarang jembatan tersebut hanya sebagi pajangan saja, sebab tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. “Bisa dikatakan hanya pajangan, karena tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,”tuturnya.

Senada, Ali (50) warga desa Pauh I menuturkan dulu Bupati Muratara sempat melakukan peninjauan jembatan itu, akan tetapi hingga saat ini belum ada rehalisasi untuk melakukan perbaikan.

“Kami sangat berharap kepada pemerintah agar dapat memperbaiki pangkal jembatan, karena itu akses jalan lebih dekat jika hendak berpergian ke Palembang dan Lubuklinggau dibandingan dengan jalan yang ada,” pungkasnya. (16).

Baca Selengkapnya

Trending

Graha Rakyat Empat Lawang Jl. Lintas Sumatera Talang Banyu Tebing Tinggi Empat Lawang Sumatera Selatan Telp : 0702 7320044 Fex 0702 7320044