Connect with us

Muratara

Apek Dipastikan Berpasangan Putra Terbaik Rawas Ilir

Published

on

Bacabup Muratara H Alfrimansyah

REL, Muratara – Bakal Calon Bupati (Bacabup) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) H Alfirmansyah alias Apek karim dipastikan berpasangan dengan putra terbaik Kecamatan Rawas Ilir.

Pernyataan itu disampaikan Apek pada saat mengambil formulir di Partai Politik Nasional Demokrat (Nasdem) kemarin, (3/10). Dirinya menyebutkan dipastikan akan berlabu dengan putra terbaik Rawas Ilir.

Kesimpulan yang diambil berdasarkan hasil surve tim pemenangan, tim keluarga, Toko Agama (Toga), Toko Masyarakat (Toma), serta para pemuda Muratara.

“Insya Allah saya akan berlabu di Kecamatan Rawas Ilir, dan berpasangan dengan Bapak Andi Wijaya,”ungkapnya.

Sambungnya, kepastian hal itu, dikarenakan kami mempunyai satu tujuan dan cita cita yang sama, dalam membangun dan memajukan Kabupaten Muratara untuk sebuah perubahan yang besar.

Ditambahnya, posisi pasangan dipastikan, saya Nomor satu, sementara Andi Wijaya menjadi Nomor dua atau Wakil.

Disisi lain, Andi Wijaya, yang merupakan putra asli Kecamatan Rawas Ilir saat dikonfirmasi melalui telepon memastikan berpasangan dengan H Alfirmansyah.

“Iya benar. Saya dapat dipastikan berpasangan dengan Bapak H Alfirmansyah,” ujarnya, Jum’at (4/10)

Lanjutnya, serakang kami sedang melakukan pendaftaran disejumlah Partai Politik. Dan sejauh ini sudah empat partai yang di daftarkan, yakni PDIP, Nasdem, PBB, dan Golkar. (16)

Muratara

Henita Menerima Bantuan Biaya Pengobatan

Published

on

Direktur RSUD Rupit, serta Kadinkes pastikan pelayanan dan Biaya pengobatan.

 

REL, Muratara – Terkendala Biaya, Hernita puspita sari Warga Desa Tanjung Agung, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara, sempat putus asa dalam pengonatan karena biaya, mendapat bantuan khusus dari Pemrintah Kabupaten.

Bantuan diberikan lantaran pasien tidak memiliki biaya banyak dalam melakukan pengobatan.

Diketahui sebelumnya, pasien Hernita sudah delapan bulan lamanya mengalami sakit, namun belum diketahui secara pasti penyakitnya.

“Selamo ini kami sudah bolak balik dari rumah sakit ke rumah. Kami keluargapun sudah melakukan upaya, namun keterbatasan biaya menjadi sebab terhenti,” kata salah seorang keluarga singkat, Nur.

Sementara itu, Direktur RSUD Rupit dr Hj Herlina, pasien atas nama Hernita puspita sari masuk ke RSUD 23:00 kamis malam jum’at.

Ia mengatakan, setelah dilakukan pengecekan oleh Doktor terhadap pasien ternyata HBnya 2. Artinya sangat rendah.

“Untuk sekarang sudah kita tanggani, sedang dilakukan pemeriksaan lebih intensip,” ungkapnya, jum’at (13/9)

Herlina mengatakan, belum diketahui secara pasti pasien terhangkit penyakit apa?, namun dari hasil sementara pengecekan foktot diduga pasien ada kelainan darah.

“Jadi inikan masih kekurangan darah, jadi kita perbaikan secara umum terlebih dahulu. Karena HBnya rendah. Jadi kita sekarang lagi tranfusi darah,” ujarnya.

Masalah biaya pengobatan, pihak keluarga tidak usah kwatir lagi, karena sudah ditanggung pemerintah Daerah.

“Sambil tranpusi darah kita memitak keluarga pasien melengkapi berkas untuk integrasi pembiyaan ke Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan,” jelasnya.

Ditambahnya, bagi masyarakat yang mempunyai kesamaan darah, untuk keikhlasannya mendonorkan darah, karena saat ini Rumah Sakit kekurangan darah. Untuk golongan darahnya B.

Dikesempatan yang sama, ketua TP PKK Lia Mustika Syarif didampingi Kadinkes Malinda Sari pasien akan dibantu dalam pengurusan BPJS, karena ada kesalahan dalam Kartu Keluarga (KK).

“Kami mintak kerjasama Pemerintah Desa untuk mempercepat proses urusan KK, karena pasien akan kami rukuk ke Rumah Sakit Umum Husin di palembang secepatnya,” katanya.

Sambungnya, sambil menunggu proses kartu BPJS, kami usahakan memperbaiki kondisi pasien dengan transfusi darah, baru ada2 kantong butuh 4 kantong lagi. (16).

Baca Selengkapnya

Muratara

Apek Ambil Formulir Pendaftaran Cabup Muratara

Published

on

Parjito didampingi Suharto, selaku kuasa menerima berkas formulir pendaftaran
REL, Muratara – H Alfirmansyah Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) atau yang sering dipanggil Apek Karim akan mencalonkan diri sebagai Bupati Muratara pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di tahun 2020 mendatang.
Keseriusan pencalonan dirinya, melaui Kuasanya Parjito mendatangkan kantor Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indnonesia Perjuangan (PDIP) di Kelurahan Muara Rupit, Kecamatan Rupit, Muratara sekitar pukul 10:30, Senin (9/9).
Kedatangan kuasanya Parjito beserta rombongan lain mengambil formulir pendafran. Parjito menegaskan, Apek akan maju di Pilkada Muratara tahun 2020.
“Karena yang baru buka pendaftaran PDIP. Jika ada partai lain yang sudah buka. Kami siap mendaftarkan diri,”kata Parjito.
Ia mengatakan, terkait wakil Apek, dirinya belum dapat memastikan akan menggandeng siapa, semua ada regulasinya. Namun untuk saat ini masih fokus pendaftaran di partai.
“Belum ada wakil. Juga tidak tahu wakil berasal dari PNS, swasta atau Masyarakat umum,”ujarnya.
Diketahui sebelumnya, sudah ada enam nama yang mendaftarkan diri di partai PDIP seperti nama Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), Syarif Hidayat, Kepala Dinas Sosial Zainal Arifin Daud , Andi Wijaya, Iskandar Muit, Aman Nadiyanto.
Sementara Ketua DPC Partai PDIP Muratara, Devi Arianto melaui staf Ririn membenarkan membenarkan H Alfirmansyah atau Apek Karim melalui kuasanya telah mengambil formulir pendaftaran pencalonan pada Pilkada Muratara 2020 di Partai PDIP.
“Iya benar, melalui surat mandatnya bapak Parjito sudah ambil formulir,” katanya singkat. (16)

Baca Selengkapnya

Muratara

Pelantikan Pejabat di Muratara Tertutup

Published

on

Sejumlah awak media menunggu dibagian luar Sekretariar Pemda Muratara, pasca pengusiran oleh Oknum Humas.

 

REL, Muratara – Miris, baru kali ini pelantikan pejabat dilingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) awak media diusir oleh Oknum staf Humas Setda Muratara.

Pantauan lapangan, sejumlah awak media yang bertugas diwilayah Kabupaten Muratara diusir keluar dari ruangan Auditorium Setda Muratara dengan alasan nanti saja masuknya pada saat penandatanganan dan media boleh diperbolehkan masuk. Hal itu membuat sejumlah awak media yang hadir pada saat pelantikan merasa kecewa.

HL Salah wartawan yang betugas menyesalkan jika adanya pengusiran awak media oleh staf Humas Setda Muratara yang mau meliput acara pelantikan pejabat dilingkungan Pemkab Muratara.”Saya malu pada saat diusir keluar karna masalah itu menyangkut harga diri saya dan kawan kawan media yang lain,”Sesalnya

Hal yang sama diungkapkan oleh SND, dirinya juga menyesalkan jika ada pengusiran awak media pada saat akan meliput kegiatan pelantikan pejabat di lingkungan Pemkab Muratara.”Kenapa kami tidak diperkenankan masuk pada acara pelantikan pejabat sebab dari pelantikan pelantikan sebelumnya tidak ada larangan yang seperti itu dan pelantikannya terbuka,”Akunya

Kalau memang alasan ruangannya terlalu sempit lanjut SND, seharusnya staf Humas tidak bertindak seperti itu,”Kan ada etikanya, tidak seharusnya mereka melakukan pngusiran didepan orang banyak,”Sesalnya

Sementara itu Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Muratara, Harlan Faisol  memohon maaf atas perlakuan stafnya kepada awak media sehingga para awak media merasa tersinggung.

“Mohon maaf ketidak nyamannya atas perilaku staf kami,mungkin karena yg di lantik hari ini cukup banyak,”Akunya melalui pesan WhatsApp

Menurutnya, sebaiknya para awak media jangan duduk dibelakang (Dalam ruangan red) karna pada saat Bupati melantik para pejabat awak media harus maju mengmbil dokumentasi.

“Jadi rekan rekan pers sebaiknya jangan duduk di belakang yang akan dilantik, karna kalo pers duduk di belakang ketika pengambilan foto pasti akan lari lagi kedepan. Jadi alangkah baiknya kami atur untuk rekan rekan pers tetap di depan dan posisi pintu tetap kita buka,”Pungkasnya (16)

Baca Selengkapnya

Trending