oleh

Suami Tonjok Istri Lantaran Dilarang Anak Nikah Lagi

 

 

REL,Empat Lawang – Tidak disetujui oleh anak anak dari Inisial MI untuk menikah ketiga kalinya diduga Ismail aniaya istrinya dengan menonjok wajah MI hingga memar dan luka dalam.

Padahal Kaum perempuan diciptakan untuk di sayangi dan di lindungi para laki laki demi menjaga keharmonisan dalam rumah tangga yang tertuang di pasal 1 UU Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (UU PKDRT).

“Waktu itu anak anak saya yang di bengkulu dan di Lubuk Linggau pulang kerumah dan bilang ke bapaknya jangan nikah lagi (Suami Korban,Ismail) mendengar anak anak melarang untuk menikah lagi Ismail (Suami) emosi dan menonjok wajah saya,”Kata MI Warga Desa Padang Titiran Kecamatan Talang Padang pada awak media,Jum’at (31/1/20).

Atas kejadian tersebut,MI melaporkan Ismail ke Polres Empat Lawang dan ke Dinas Permberdayaan Masyarakat Desa Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan anak (DPMDP3A) untuk meminta keadilan atas perbuatan suaminya.

“Kemarin,Kamis (30/1/20) saya sudah melapor ke polres Empat Lawang dan hari ini Jum’at (31/1/20) saya melapor ke DPMDP3A untuk mendapatkan perlindungan,”Ungkapnya.

Kendati dirinya berharap,agar pihak penegak hukum bisa menindak lanjuti laporan tersebut terkait penganiayaan terhadap dirinya sesuai perundang undangan yang berlaku.

“saya harap laporan saya bisa di tindak lanjuti dan pelaku bisa mempertanggung jawabkan perbuatannya karena saya sudah tidak tahan atas perbuatannya selama ini kurang lebih 20 tahun saya menahan beban ini,”Harapnya.

Kapolres Empat Lawang AKBP.Eko Yudi Karyanto Melalui Kasat Reskrim yang didampingi Kanit PPA IPDA Amran Supardi mengatakan,”Kita mau panggil saksi saksi nya dulu
karena status perkara masih tahap penyelidikan,”Kata IPDA Amran Supardi.

Secara Kasat Mata disaat korban melapor Lanjut Amran tidak ditemukan tanda tanda kekerasan ditubuh korban hanya saja korban mengeluh di bagian pipi.

“Korban cuman mengeluh pada pipi bagian dalam,Kalau pendapat saya berdasar pengalaman yang sudahh korban luka seperti sariawan, Luka ringan tipiring,”Ujarnya.

Tindak lanjut laporan tersebut,kata Amran pihaknya masih menunggu hasil visum yang di keluarkan dari pihak puskesmas Tebing Tinggi.

“Yang pasti nya kita tunggu hasil visum dulu tanpa visum sulit untuk naik sidik,”Paparnya.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMDP3A) Kabupaten Empat Lawang Agus Rochman Basuki Melalui Kabid Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak Suhaida mengatakan,

” Tadi pelapor sudah ke kantor melapor meminta perlindungan tunggu hasil visum apabila nanti minta di dampingi ke polres Kami siap dampingi,”Tuturnya Suhaida.(Mg20).

BACA JUGA