Connect with us

Empat Lawang

Aksi Warga Menantang Maut Mengangkut Hasil Kebun

Published

on

SEMBRANG : Tampak salah satu warga tengah berusaha menyebrangi sungai saling untuk mengakut hasil perkebunan.

Masih minimnya pembangunan  jembatan yang penghubung wilayah. Kondisi ini, membuat warga Desa Tanjung Ning Jaya dan Desa Tanjung Ning Tengah, Kecamatan Saling, harus menantang maut menerabas arus Sungai Saling. Berikut  aksi heroik warga itu.

———————————————-

FADRI SETIAWAN – EMPAT LAWANG

————————————————

Cukup jauh menjangkau Desa Tanjung Ning Jaya, membutuhkan waktu sekitar satu jam mengendarai mobil dari Kelurahan Kupang, Kabupaten Muba.

Setelah sampai di lokasi, awak media harus menempuh lintasan di tengah kebun jalan tanah dan tebing yang curam serta licin  di musim penghujan sekarang. Lalu melintasi anak sungai yang memiliki lebar sekitar 15 meter.

Terlihat beberapa warga tengah mengangkut keranjang, berisikan puluhan buah durian berlintasan di  jalan setapak yang masih tanah itu.

Barulah menempuh perjalann satu kilometer jalan di tengah kebun itu. terlihat puluhan warga yang didominasi pria dan perempuan yang berusia lanjut, berjibaku melintasi deras arus Sungai Saling yang miliki lebar 25 meter lebih itu.

Meskipun mereka mengangkut beratnya keranjang berisikan buah durian dan karet, masih nekad melintasi sungai dengan kedalaman satu meter lebih. Sepertinya mereka pun, tak menghiraukan keselamatan jiwanya.

Aksi heroik warga menerebas arus deras sungai itu. Lantaran belum adanya akses jembatan yang menghubungkan Desa Tanjung Ninga Jaya ke Lahan perkebunan warga miliki itu.

Padahal sebanyak 300 kepala keluarga (KK), yang mengantungkan hidupnya berkebun di lokasi itu.

“ Sudah puluhan tahun, tak dibangun jembatan di lokasi ini,” kata Rizal, warga Desa Tanjung Ning Tengah. Pasalnya, diakuinya, tak hanya warga Desa Tanjung Ning Jaya, yang merebas arus sungai menuju kebun yang ada. Tapi juga banyak warga Desa Tanjung Ning Tengah yang ada.

Banyak warga bisa melintasi derasnya arus sungai, ketika tengah surut saja. Namun saat arus tinggi dan dalam, ratusan warga tidak bisa pulang dan terpaksa memilih tinggal di pondok di tengah kebun.

Kerap kali warga  terpaksa tinggal  berminggu-minggu, menunggu surutnya arus sungai yang ada. Bila arus surut, barulah warga menerabas arus sungai dan berjalan setapak sepanjang kiloameter.

Barulah ada pengepul dan menjual hasil kebun yang ada.  Warga pun, menjual buah durian seharga Rp 12 ribu/buah.  “ Kalau dibangun jembatan, warga lebih cepat mengangkut dan menjual hasil kebun,” tegasnya.

Warga telah berulang kali mengusul pembangunan jembatan kepada kepala desa (kades) dan pihak terkait. Anehnya tak kunjung di bangun jembatan selama puluhan tahun.

Kerap kali kondisi jalan berlumpur pun, menyulitkan warga mengangkut dan menjual hasil kebun. Padahal warga Kabupaten Empat Lawang, didominasi berprofesi petani kebun.

Warga Desa Tanjung Ning Jaya, Ijal, mengatakan, bila seluruh akses menuju kebun diberikan jembatan dan jalannya yang baik. Dipastikan usaha perkebunan milik warga, bisa berkembang di Bumi Sangi Keruani Sangi Kerawati.

Ini pastinya meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. “ Kita berharap Pemerintah, membangun jembatan yang dibutuhkan warga ini,” tegasnya.  (*)

 

 

Empat Lawang

Mulai Terkena Dampak Kabut Asap

Published

on

By

KABUT : Kabupaten Empat Lawang Khususnya Kecamatan Tebing Tinggi mulai berkabut asap.

REL, Empat Lawang – Dalam Seminggu belakangan ini Kabupaten Empat Lawang sudah mengalami Kabut asap,yang mulai merata di setiap kecamatan di Bumi saling kruani sangi krawati.

Pantauan di lapangan kabut asap ini tidak terlalu tebal sehingga tidak tetlalu mengganggu aktivitas masyarakat sehari hari.akan tetapi dari suasana kabut asap tersebut masyarakat harus berwaspada dan mengantisipasi munculnya penyakit yang biaa mengganghu kesehatan.

“Dag pulo terlalu tebal kabut nyo,tapi masih lah nak waspada takut nyo keno flu ataupun sesak napas ,sebab lah ado sebagian masyarakat ini lah keno flu,”kata Yuli salah satu warga Kecamatan Tebing Tinggi.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Empat Lawang H M Taufik membenarkan bahwa kabupaten Empat Lawang telah mulai kabut oleh asap.

“Iya sudah mulai dalam seminggu ini memang cenderung berkabut walaupun  tipis,” kata H M Taufik Pada Awak Media, Kamis (19/9/19).

Ditanya terkait sudah mulainya Kabupaten Empat Lawang yang sudah berkabut asap H M Taufik mengatakan, kebakaran lahan buakn hanya terjadi di Empat Lawang saja melainkan daerah dan kota lain bahkan lebih parah.

“Kebakaran lahan terjadi hampir di setiap kabupaten atau kota di sumsel bahkan di luar sumsel, Karena Asap idak mengenal batas daerah ataupun negara,” tukasnya. (Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Deni Diajak BNN ‘Merantau’ ke Provinsi

Published

on

By

AMANKAN : Tersangka Deni Hariyanto (34) saat menunjuk barang bukti ganja miliknya di kantor BNN Kabupaten Empat Lawang, Kamis (19/9)

* Kedapatan Tim BNN Bawa Ganja 1/2 Kg

 

REL, Empat Lawang –  Baru pulang merantau dari Tanggerang, Provinsi Banten, Deni Hariyanto (34) warga kelahiran Jambi yang tercatat sebagai warga Desa Lampar Baru Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, terpaksa kembali “merantau”. Kali ini “merantau” ke BNN Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), di Palembang, Kamis (19/9/2019).

Deni harus menjalani proses hukum di BNN Provinsi Sumsel, karena kedapatan tim BNN Kabupaten Empat Lawang, membawa Narkoba jenis Ganja sebanyak 1/2 kilogram (kg), saat melintas menggunakan sepeda motor di Jalan Lintas Provinsi Tebing Tinggi – Talang Padang, tepatnya di Jembatan Limous Desa Ulak Dabuk Kecamatan Talang Padang, Rabu (18/9/2019) sekira jam 17.30 WIB.

“Ya, tersangka ini akan kita bawa terlebih dahulu ke BNN Provinsi Sumsel. Kalau proses penyidikannya tetap BNN Kabupaten Empat Lawang, yang tangani,” ungkap Kepala BNN Kabupaten Empat Lawang, AKBP Syahril SH.

Diceritakannya, penangkapan tersangka bandar Narkoba ini, bermula saat BNN Kabupaten Empat Lawang mendapat informasi masyarakat, bahwa sering terjadi transaksi Narkoba di Kecamatan Talang Padang. “Dari informasi itu dilakukan penyelidikan dan diketahui bahwa yang biasa bertransaksi Narkoba di kecamatan itu adalah tersangka,” jelasnya.

Selanjutnya dilakukanlah pengintaian terhadap tersangka Deni. Bahkan, tim BNN Kabupaten Empat Lawang, yang langsung dipimpin dirinya, membentuk 2 tim untuk menciduk tersangka agar tidak lolos dari sergapan.

“Satu tim mengikuti tersangka dari belakang dan satu tim ditempatkan di Jembatan Limous. Saat tersangka melintas di jembatan, kita langsung sergap dan didapati barang bukti dari tersangka Narkoba jenis ganja yang dibugkus di dalam boks bawa jok motor yang dikendarainya,” kata Syahril.

Berdasarkan barang bukti itu, tersangka langsung diamankan dan dlakukan penyitaan barang bukti berikut sepeda motor jenis matic dan dua unit hp yang digunakan tersangka untuk transaksi Narkoba. “Tersangka kita amankan di sel tahanan kantor BNN Kabupaten Empat Lawang, selanjutnya pada hari ini kita bawa yang bersangkutan ke BNN Provinsi, guna pengembangan,” ucapnya.

Menurut AKBP Syahril, warga selama ini sudah sangat resah dengan peredaran Narkoba di Kecamatan Talang Padang. Warga lanjut dia, resah karenan takut anak-anak mereka menjadi pemakai Narkoba. “Oleh karena itu kita melakukan tidakan tegas kepada para pengedar seperti tersangka yang kita tangkap kali ini,” tukasnya. (12).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Paiker Kecamatan Paling Rawan Peredaran Narkoba

Published

on

By

BNNK : Suasana rapat yang diselenggarakan oleh BNNK Empat lawang.

REL, Empat Lawang – Dari Sepuluh kecamatan yang ada di seluruh Kabupaten Empat lawang ,Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker) yang menjadi kecamatan yang masuk zona merah peredaran Narkoba dan Psikotropika (Narkoba).

Hal tersebut disampaikan kasi P2M Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Empat lawang Azhari saat acara pembukaan rapat koordinasi  program pemberdayaan masyarakat anti Narkoba diaula hotel zulian Tebing Tinggi,kamis (19/9/19).

“Kanapa kita mengundang dan menjadikan Camat Paiker sebagai narasumber ialah karena berdasarkan pemetaan kami wilayah tersebut masuk zona merah karena banyak kasus Narkoba baik peredaran maupun pemakai ataupun ladang ganja,”tuturnya

Dikatakannya, rapat tersebut juga bertujuan untuk melakukan pemetaan kelompok sasaran dengan mengundang berbagai instansi terkait dan TNI – POLRI.

“Permasahan narkoba itu bukan hanya diemban oleh BNN saja, namun sudah banyak pihak terkait didalamnya, jadi kita sengaja meragkul mereka mengenai pemetaan antara instansi mengenai daerah yang dinilai paling rawan peredaran Narkotika,”Jelasnya.

Sementara, Kepala BNNK Empat Lawang AKBP Syahril mengatakan permasalahan Narkoba merupakan operasi kemanusiaan yaitu bisa menyelamatkan generasi manusia.

“Narkoba ini ialah siasat orang luar yang tidak ingin melihat genarasi penerus indonesia maju dan berkembang oleh karena itulah mereka menyusupi barang haram tersebut, tang sangat berbahaya diantaranya ialah impoten , gila atau gangguan jiwa dan yang paling parah ialah kematian,”Katanya

Masih dikatakan syahril, Kabupaten Empat lawang saat ini mendapat predikat sebagai kabupaten yang paling tidak tanggap dengan kasus Narkoba.

“Berdasarkan hasil survey universitas sriwijaya Empat lawang ini  masuk kabupaten tidak tanggap,”jelasnya

Camat Paiker Indra Supawi juga mengakui memang diwilayahnya memang masih banyak kasus – kasus penyalahgunaan Narkoba

“Pada awal saya dilantik pada tahun 2017 saya sangat terkejut melihat prilaku masyarakat kalau pesta malam itu sampai subuh dengan biduan yang berjoged dengan pakaian setengah telanjang dan penjualan minuman keras (Miras) dan juga peredaran narkoba,”Ungkapnya.

Menanggapi penomena tersebut lanjutnya pihaknya berkoordinasi dengan Polsek dan dan pemerintah desa guna membuat owraturan dan batasan mengenai pesta malam yang merugikan.

“Jadi semenjak adanya Peraturan Bupati (Perbup) tentang larangan pesta malam sudah agak berkurang berbagai permasalahan tersebut,” tukasnya. (Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending

Graha Rakyat Empat Lawang Jl. Lintas Sumatera Talang Banyu Tebing Tinggi Empat Lawang Sumatera Selatan Telp : 0702 7320044 Fex 0702 7320044