Connect with us

Membangun Desa

Akses Alternatif Dapat Menyebaban Korban Jiwa

Published

on

Juanda

REL, Ulu Musi – Pasca Jembatan penghubung antara Kecamatan Ulu Musi menuju Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker) terputus akses alternatif menuju Paiker dapat menyebakan korban jiwa pasalnya, akses jalan menuju Kecamatan Paiker harus melewati jalan Desa Simpang Perigi, Kunduran menuju ke Air kelinsar hingga ke desa Air Mayan Paiker kian parah.

Kendati demikian warga terpaksa harus melewati jalan simpang perigi yang kondisinya tidak memungkinkan bahkan rusak parah apa lagi ketika di lewati kendaraan roda empat yang bermuatan berat. menurut salah seorang warga Desa Kunduran yang identitasnya tidak mau di sebutkan ketika di bincangi Wartawan Senin (06/05/2019) mengatakan, mobil angkutan umum roda empat ketika mendaki jalan tanjakan wilayah Desa Kunduran ini ada beberapa kendaraan yang mengalami kemacetan kendaraan hingga terpeleset.

“Hal ini tentu sangat membahayakan bagi penumpang maupun pengguna jalan lainnya. khususnya warga masyarakat desa kunduran,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kunduran, Juanda ketika di konfirmasi membenarkan bahwa kendaraam roda empat menuju Paiker yang lewat di jalan wilayah desa ini mengalami kemacetan dan terpeleset ketika menanjak tebing jalan yang sudah rusak parah ini.

“Saya berharap ada sistem tanggap cepat dari pihak pemerintah Kabupaten Empat Lawang melalui dinas pekerjaan umum terkait. sebelum adanya korban jiwa bagi pengguna jalan maupun bagi masyarakat umum lainnya,” pungkasnya. (mg23).

Empat Lawang

Camat Paiker Pantau Kegiatan Tahun Baru,Serta Memberikan Piagam Penghargaan

Published

on

Caption : Camat Memberikan penghargaan kepada kades yang memenangkan perlombangan desa terbaik

REL,Empat Lawang – Noperman Subhi camat Pasemah Air Keruh bersama Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban dan Pol-PP Desa kecamatan Pasemah Air Keruh melaksanakan patroli keliling desa untuk memantau kegiatan menyambut tahun baru oleh masyarakat yang berpotensi menyebarkan covid-19.

“Sejauh pemantauan hanya ditemukan kumpulan 3 – 6 orang diteras rumah masyarakat dengan membakar jagung dan beberapa anggota Linmas yang berjaga di pos siskamling,”Kata Noperman Subhi Camat Paiker

Dikatakan Noperman ,Tim sempat mampir kebeberapa rumah penduduk yang sibuk membakar jagung dan mengingatkan mereka untuk tetap mematuhi protokol kesehatan walau acara didepan rumah sendiri.

“Sebelum tim turun kelapangan, di pendopoan kecamatan diadakan evaluasi 1 tahun kepemimpinan Noperman Subhi di Pasemah Air Keruh,”Ucapnya

Dalam sambutannya camat yang dilantik tanggal 31 Desember 2019 mengucapkan terima kasih kepada semua komponen, khususnya staf dikantor camat yang berjuang bersama-sama memajukan daerah disaat Indonesia lagi dilanda virus corona.

Camatpun sangat berterima kasih dengan Bupati, wakil Bupati Empat Lawang yang perhatiannya terhadap Pasemah Air Keruh sangat besar dan menjadi prioritas utama,

“terbukti lebih dari 20 persen dana pembangunan Empat Lawang mengalir kebumi yang mendapat julukan lumbung pangan Empat Lawang,”Jelasnya.

Noperman Subhi pun meminta maaf kepada masyarakat apabila dalam melayani kebutuhan publik ada yang kurang atau belum memadai dan ini akan menjadi catatan untuk diperbaiki kedepannya.

Fauzan Sodri yang didaulat menjadi perwakilan staf dan masyarakat menilai kehadiran Noperman Subhi sebagai camat membawa suasana baru, khususnya dalam memimpin.

“Contohnya setiap program, maupun kegiatan kecamatan selalu dikomunikasikan, dikerjakan dan dipecahkan secara bersama. Jadi sebagai staf kami merasa terlibat secara penuh dan merasa ikut bertanggungjawab seutuhnya,”Katanya

Disela patroli dan menghampiri kepala desa guna memantau kegiatan pergantian tahun, camat Pasemah Air Keruh memberikan Piagam penghargaan kepada kepala desa yang dinilai baik melaksanakan tugasnya.

“Untuk Pemenang pertama diraih kepala desa Air Mayan (total nilai 262) Darmawan Arsyad dan di susul terbaik dua yang jatuh pada Al Ashar kepala desa Muara Rungga (total nilai 226),

Abu Bakar Sidik kepala desa Keban Jati (total nilai 181) yang juga mendapatkan Penghargaan kepala desa terbaik merasa surprise dan tidak seperti biasanya cara memberikannya,”Sebutnya.

Gondo sebagai ketua panitia menjelaskan penilaian dilakukan oleh tim penilai dari 12 unsur seperti tokoh masyarakat, agama pendidikan, pemuda, puskesmas, forum BPD, BKKBN perwakilan di Pasemah Air dan kasi-kasi di kecamatan Pasemah Air Keruh,

Lanjut Gondo yang pernah menjabat sekdes dan PLT kepala desa Bandar Agung, dengan kondisi kita yang masih dilanda bencana covid 19 pemberian langsung dilakukan untuk menghindari kerumuhan massa yang punya potensi menyebarkan covid-19 dan guna menjaga status Pasemah Air Keruh tetap di zona hijau atau aman,”Tukasnya.(*)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

12 Ribu Bibit Ikan Dilepas Sungai Betung

Published

on

Caption : Suasana Pelepasan Bibit Ikan Nila dan Ikan Lele di sungai Betung Desa Karang Dapo Lama Sikap Dalam.

REL,Empat Lawang – Guna melestarikan ekosistem sungai di desanya, Kades beserta Perangkat Desa Karang Dapo Lama Kecamatan Sikap Dalam Empat Lawang melepas bibit ikan.

“Iya , hari ini kita bersama – sama melepas bibit ikan lele dan ikan nila sebanyak 12 ribu bibit ke sungai betung, agar ekosistem sungai bisa kembali baik dan ikannya nanti apabila sudah besar bisa di panen bersama dengan masyarakat untuk di makan dan dijual sehingga bisa menambah kesejahteraan ,”kata Kades Karang Dapo Lama Pausu, kemarin (22/12)

Masih dikatakan Pausu,dengan adanya pelepasan bibit ikan bersama tersebut yang juga di hadiri oleh Camat beserta Kapolsek pihaknya sudah mengeluarkan Peraturan Desa (Perdes) sebagai payung hukum larangan menangkap ikan di sungai selama waktu yang di tentukan.

“Perdes nya sudah ada, yaitu setelah bibit dilepas maka masyarakat Desa Karang Dapo Lama di larang untuk menangkap ikan dengan cara apapun baik memancing, meracun ikan / putas , dan men sertrum ikan, bagi yang kedapatan akan dikenakan sanksi,”jelasnya

Dirinya menjelaskan, bibit ikan yang dilepas sudah agak besar jadi ditargetkan satu bulan kedepan sudah bisa dipanen bersama- sama dengan cara gotong royong menangkap ikam dengan alat yang tidak merusak alam seperti jaring dan jala .

“Nanti kalau sudah panen selain mendapat ikan untuk di konsumsi , kekeluargaan dan silaturahmi antar masyarakat akan bisa semakin erat,”katanya

Pausu juga berharap apa yang dilakukannya ini bisa di tiru oleh desa – desa lain yang memiliki sungai , mengingat saat ini masyarakat Empat Lawang masih banyak yang tidak mengerti untuk menjaga sungai , masih saja menangkap ikan dengan cara di racun dan di setrum.

“Empat lawang ini banyak sekali sungai, namun ikannya sangat sedikit karena sering di putas, padahal kalau ekosistem sungai di jaga itu yang dapat manfaatnya kita sendiri,”ungkapnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Bisnis

Objek Wisata Bukit Batu Butuh Perhatian Pemerintah

Published

on

Foto : PADRI / REL Caption : Kadis pariwisata dan masyarakat berpose bersama di pintu masuk destinasi wisata Bukit Batu desa Kota Gading

Dinas pariwisata (Dispar) Kabupaten Empat Lawang meninjau lokasi destinasi wisata bukit batu di Desa Kota Gading Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.Rabu (16/12).

 

>>PADRI SATIAWAN<<<

 

REL,Empat Lawang – Kurang lebih 80 meter dari jalan dan pemukiman warga objek wisata bukit batu itu berada dengan jarak tempuh 5 menit perjalanan kaki.

Namun,saat ini objek wisata alam tersebut belum mempunyai akses jalan yang saat ini masih berupa tanah.

Komar (47) salah satu warga desa Kota Gading berharap agar destinasi wisata yang berada didesanya bisa dikembangkan dan bisa menjadi PAD desa.

“Di buatkan akses jalan menuju lokasi yang saat ini masih berupa tanah dan di buatkan tempat tempat santai agar pengunjung bisa menikmati pesona alam dengan santai,”Harapnya.

Masih dikatakan komar,mewakili warga desa kota gading mengatakan kalau tempat tersebut memang ada harga jualnya bisa menjadi PAD dan memajukan desa diharapkan bantuan dari pihak pihak terkait.

Ditempat yang sama Pj.Kepala Desa (Kades) Kota Gading Rita mengatakan objek wisata alam didesanya itu berupa bebatuan yang besar besar dan terdapat juga air terjun yang terbentuk oleh alam itu sendiri.

“Kalau bebatuan itu terbentuk oleh proses alamiah bukan dibentuk oleh campur tangan manusia,dan ia berharap kepada pemerintah agar memberikan bantuan untuk mengembangkan wisata tersebut dan bisa mengelolanya,”Ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata (Dispar ) Empat Lawang Mgs.Ahmad Nawawi mengatakan objek wisata di desa Kota Gading ini adalah destinasi wisata baru yang dikenal dengan sebutan wisata Bukit Batu,

“Ini baru dilaporkan masyarakar dan kepala desa bahwa di desa kota gading ada salah satu wisata yang unik dan sehat,”Katanya.

Dijelaskannya lebih lanjut,keunikan destinasi wisata bukit batu ini dipenuhi batu batu besar yang bentuk betul asli dan alami tanpa campur tangan dalam pengaturannya.

“Dan disini juga sehat karena masih alami dan juga dipenuhi pohon yang begitu alami dan juga di ikuti suasana yang begitu alami,”Jelasnya

Untuk kedepannya Sambung Nawawi,mungkin akan ikut membantu dalam menata destinasi wisata ini dan juga ikut memasarkan.

“Mudah mudahan kedepannya akan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Empat Lawang,”Tukasnya.(*).

Baca Selengkapnya

Trending