Connect with us

Empat Lawang

Akhirnya Pelabuhan Laut Tanjung Api-Api Dioperasikan

Published

on

RESMIKAN : Gubernur Sumsel Herman Deru, saat melakukan peresmian Pelabuhan Laut Tanjung Api-Api di Desa Muara Sungsang Kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin akhirnya resmi dioperasikan, Rabu (14/3/2019).

REL, Palembang – Setelah vakum sejak dibangun tahun 2004, Pelabuhan Laut Tanjung Api-Api di Desa Muara Sungsang, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin akhirnya resmi dioperasikan, Rabu (14/3/2019).

Selain mengurai kepadatan di Pelabuhan Bombaru, keberadaan pelabuhan TAA ini diharapkan menjadi solusi tambahan selain jalan khusus untuk memudahkan angkutan distribusi batubara.

Menurut Gubernur Sumsel Herman Deru, dengan adanya pelabuhan ini diharapkan produk komoditas andalan seperti kopi, dan beras makin dikenal sebagai produk asli Sumsel bukan diatasnamakan daerah lain.

“Kebun kopi kita ini terbesar ketiga di dunia. Tapi karena kita gak ada Pelabuhan untuk mendistribusikannya keluar, maka kita distribusi lewat Pelabuhan daerah lain, sekarang malah daerah itu yang terkenal. Nah dengan pelabuhan ini mudah-mudahan orang akan tahu ada Kopi Sumsel, dan ada beras Sumsel karena memang dikirim dari sini,” katanya.

Menurut mantan Bupati OKU Timur dua periode itu memang butuh keberanian untuk bisa mengoperasikan Pelabuhan yang sudah dibangun sejak 15 tahun silam tersebut.

“Setelah dilantik 1 Oktober 2018 saya sengaja kesini bersama Forkompinda dan pejabat lainnya. Waktu itu saya sudah mantapkan bahwa ini harus beroperasional bagaimanapum caranya karena dana pusat dan daerah sudah banyak tercurah kesini. Modal saya cuma yakin, ini akan bermanfaat untuk masyarakat. Tidak ada langkah besar tanpa dimulai dari langkah yang kecil. Bismillah saja ini saya buka,” tegasnya.

Lebih jauh dikatakannya peresmian ini pasti akan memberikan nilai tambah terutama bagi penyerapan tenaga kerja dan aktivitas perekonomian masyarakat setempat. Sementara untuk di dermaganya sendiri tentu akan untuk menampunh kapal-kapal berbobot maksimal1000 DWT

“Ini berkah bagi Sumsel karena Dirjen sudah memberi rekomendasi ini dioperasikan. Pasti ini berguna sekali karena saat ini kapal-kapal berbobot tersebut sudah memadati Bombaru. Akibatnya lalu lintas macet dan mengganggu aktivitas warga,” terangnya.

Agar pengembangan pelabuhan ini semakin cepat Herman Deru mengaku sudah merangkul semua pihak mulai dari Bupati Banyuasin, Walikota Palembang, TNI, Kepolisian Danlanal hingga Danlanud untuk bergerak bersama membuat kantor terpadu.

“Makanya saya undang semua. Kita harus bersyukur ini diresmikan. Ke depan jika memang berdasarkan kebutuhan butuh pendalaman kita bisa keruk, atau nanti kalau dermaga perlu diperpanjang akan kita perpanjang. Yang penting ini sudah membuat bangga Sumsel dulu. Selain sawit, kelapa dan beras serta kopi dan lainnya haraoan saya ini juga jadi terminal laut untuk distribusi batubara,” jelasnya lagi.

Peresmian ini lanjutnya hampir dipastikan mencuri perhatian pelaku ekspor impor. Sebab ini menjadi gerbang pelepasan barang. Sehingga dibutuhkan support keamanan dari masyarakat sekitar.

“Minat orang sudah banyak kesini jadi masyarakat juga harus bantu dari segi keamanannya. Apalagi di sebelah ini ada pelabuhan penyebrangan ke Bangka. Nanti kita siapkan juga aksesorisnya termasuk ,” ujar HD.

Di tempat yang sama Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI, R Agus H Purnomo, menjelaskan semula ia sempat pesimis pelabuhan ini akan diresmikan, namun melihat Gubernur Sumsel Herman Deru sangat bersemangat iapun menjadi ikut terpacu.

Dijelaskannya selama 4 tahun terakhir pemerintah memang konsentrasi membangun infrastruktur termasuk pelabuhan. Hal ini bertujuan meningkaykan konektivitas dan membuka keterisolasian untuk memudahkan dan memurahkan logistik.

“Pembangunan ini untuk mempersatukan Indonesia bukan cuma meningkatkan perekonomian,” jelasnya.

Menurut Agus adanya infrastruktur yang baik dapat mendukung proses distribusi barang dan meningkatkan daya saing internasional. Karena itu dipeelukan pondasi yang kuat dengan membangun infrastruktur yang rata di Indonesia.

” Izinkan saya mengaoresiasi semua pihak yang terlibat terutama Gubernur dan Bupatinya. Pengoperasian ini menjadi sejarah bagi Sumsel,” jelasnya.

Pada peresmian awal ini diakuinya banyak tugas yang menanti KSOP di antaranya penerapan SOP dan melengkapi perkantoran dan pelayanan pelabuhan. Seperti misalnya ada penerangan, manajemen sampah dan lainnya serta penentuan pengelolaan oleh pihak ketiga.

“Saat uji coba pelabuhan ini melayani 10 unit kapal bongkar muat dan curah. Awalnya ini dibangun untuk komunitas batubara tapi sekarang bisa jadi pelabuhan pendukung aktivitas di boombatu yang meningkat. Harapan kita ini berubah menjadi pelabuhan angkutan barang dan jasa di wilayah Sumsel,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Otoritas Syahbandara Pelabuhan (KSOP) TAA Mugen S Martoto menjelaskan proses pembangunan Pelabuhan TAA sangat panjang. Dibangun sejak 2004 berlanjut sampai 2007, vakum kemudian di bangun lagi 2015 dan 2017 dengan sumber pendanaan APBN senilai RP 175,1 miliar dan APBD Rp 69,8 Miliar.

“Pelabuhan ini ada di atas lahan 80,5 hektar dan merupakan milik Pemda. Fasilitas yag terbangun di dermaga sebesar 50 x 20 meter,” jelasnya.

Pelabuhan ini menurutnya pelabuhan pengumpul, yang diperuntukan untk kapal 1.000 DWT dengan draft terendah 3.5 meter. Pelabuhan ini menurutnya sudah diuji coba mulai 5 Desember 2018 sampai 28 Februari 2019.

“Selama uji coba sudah 10 unit kapal yang dolaya i terdiri dari kapal yang memuat bahan bakar. Setelah uji coba dan dapat izin dengan persyaratan yang diperlukan akhirnya ini dioperasionalkan di bawah kantor KSOP Klas 2 Palembang,” pungkasnya. (reles)

Empat Lawang

Mulai Terkena Dampak Kabut Asap

Published

on

By

KABUT : Kabupaten Empat Lawang Khususnya Kecamatan Tebing Tinggi mulai berkabut asap.

REL, Empat Lawang – Dalam Seminggu belakangan ini Kabupaten Empat Lawang sudah mengalami Kabut asap,yang mulai merata di setiap kecamatan di Bumi saling kruani sangi krawati.

Pantauan di lapangan kabut asap ini tidak terlalu tebal sehingga tidak tetlalu mengganggu aktivitas masyarakat sehari hari.akan tetapi dari suasana kabut asap tersebut masyarakat harus berwaspada dan mengantisipasi munculnya penyakit yang biaa mengganghu kesehatan.

“Dag pulo terlalu tebal kabut nyo,tapi masih lah nak waspada takut nyo keno flu ataupun sesak napas ,sebab lah ado sebagian masyarakat ini lah keno flu,”kata Yuli salah satu warga Kecamatan Tebing Tinggi.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Empat Lawang H M Taufik membenarkan bahwa kabupaten Empat Lawang telah mulai kabut oleh asap.

“Iya sudah mulai dalam seminggu ini memang cenderung berkabut walaupun  tipis,” kata H M Taufik Pada Awak Media, Kamis (19/9/19).

Ditanya terkait sudah mulainya Kabupaten Empat Lawang yang sudah berkabut asap H M Taufik mengatakan, kebakaran lahan buakn hanya terjadi di Empat Lawang saja melainkan daerah dan kota lain bahkan lebih parah.

“Kebakaran lahan terjadi hampir di setiap kabupaten atau kota di sumsel bahkan di luar sumsel, Karena Asap idak mengenal batas daerah ataupun negara,” tukasnya. (Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Deni Diajak BNN ‘Merantau’ ke Provinsi

Published

on

By

AMANKAN : Tersangka Deni Hariyanto (34) saat menunjuk barang bukti ganja miliknya di kantor BNN Kabupaten Empat Lawang, Kamis (19/9)

* Kedapatan Tim BNN Bawa Ganja 1/2 Kg

 

REL, Empat Lawang –  Baru pulang merantau dari Tanggerang, Provinsi Banten, Deni Hariyanto (34) warga kelahiran Jambi yang tercatat sebagai warga Desa Lampar Baru Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, terpaksa kembali “merantau”. Kali ini “merantau” ke BNN Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), di Palembang, Kamis (19/9/2019).

Deni harus menjalani proses hukum di BNN Provinsi Sumsel, karena kedapatan tim BNN Kabupaten Empat Lawang, membawa Narkoba jenis Ganja sebanyak 1/2 kilogram (kg), saat melintas menggunakan sepeda motor di Jalan Lintas Provinsi Tebing Tinggi – Talang Padang, tepatnya di Jembatan Limous Desa Ulak Dabuk Kecamatan Talang Padang, Rabu (18/9/2019) sekira jam 17.30 WIB.

“Ya, tersangka ini akan kita bawa terlebih dahulu ke BNN Provinsi Sumsel. Kalau proses penyidikannya tetap BNN Kabupaten Empat Lawang, yang tangani,” ungkap Kepala BNN Kabupaten Empat Lawang, AKBP Syahril SH.

Diceritakannya, penangkapan tersangka bandar Narkoba ini, bermula saat BNN Kabupaten Empat Lawang mendapat informasi masyarakat, bahwa sering terjadi transaksi Narkoba di Kecamatan Talang Padang. “Dari informasi itu dilakukan penyelidikan dan diketahui bahwa yang biasa bertransaksi Narkoba di kecamatan itu adalah tersangka,” jelasnya.

Selanjutnya dilakukanlah pengintaian terhadap tersangka Deni. Bahkan, tim BNN Kabupaten Empat Lawang, yang langsung dipimpin dirinya, membentuk 2 tim untuk menciduk tersangka agar tidak lolos dari sergapan.

“Satu tim mengikuti tersangka dari belakang dan satu tim ditempatkan di Jembatan Limous. Saat tersangka melintas di jembatan, kita langsung sergap dan didapati barang bukti dari tersangka Narkoba jenis ganja yang dibugkus di dalam boks bawa jok motor yang dikendarainya,” kata Syahril.

Berdasarkan barang bukti itu, tersangka langsung diamankan dan dlakukan penyitaan barang bukti berikut sepeda motor jenis matic dan dua unit hp yang digunakan tersangka untuk transaksi Narkoba. “Tersangka kita amankan di sel tahanan kantor BNN Kabupaten Empat Lawang, selanjutnya pada hari ini kita bawa yang bersangkutan ke BNN Provinsi, guna pengembangan,” ucapnya.

Menurut AKBP Syahril, warga selama ini sudah sangat resah dengan peredaran Narkoba di Kecamatan Talang Padang. Warga lanjut dia, resah karenan takut anak-anak mereka menjadi pemakai Narkoba. “Oleh karena itu kita melakukan tidakan tegas kepada para pengedar seperti tersangka yang kita tangkap kali ini,” tukasnya. (12).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Paiker Kecamatan Paling Rawan Peredaran Narkoba

Published

on

By

BNNK : Suasana rapat yang diselenggarakan oleh BNNK Empat lawang.

REL, Empat Lawang – Dari Sepuluh kecamatan yang ada di seluruh Kabupaten Empat lawang ,Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker) yang menjadi kecamatan yang masuk zona merah peredaran Narkoba dan Psikotropika (Narkoba).

Hal tersebut disampaikan kasi P2M Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Empat lawang Azhari saat acara pembukaan rapat koordinasi  program pemberdayaan masyarakat anti Narkoba diaula hotel zulian Tebing Tinggi,kamis (19/9/19).

“Kanapa kita mengundang dan menjadikan Camat Paiker sebagai narasumber ialah karena berdasarkan pemetaan kami wilayah tersebut masuk zona merah karena banyak kasus Narkoba baik peredaran maupun pemakai ataupun ladang ganja,”tuturnya

Dikatakannya, rapat tersebut juga bertujuan untuk melakukan pemetaan kelompok sasaran dengan mengundang berbagai instansi terkait dan TNI – POLRI.

“Permasahan narkoba itu bukan hanya diemban oleh BNN saja, namun sudah banyak pihak terkait didalamnya, jadi kita sengaja meragkul mereka mengenai pemetaan antara instansi mengenai daerah yang dinilai paling rawan peredaran Narkotika,”Jelasnya.

Sementara, Kepala BNNK Empat Lawang AKBP Syahril mengatakan permasalahan Narkoba merupakan operasi kemanusiaan yaitu bisa menyelamatkan generasi manusia.

“Narkoba ini ialah siasat orang luar yang tidak ingin melihat genarasi penerus indonesia maju dan berkembang oleh karena itulah mereka menyusupi barang haram tersebut, tang sangat berbahaya diantaranya ialah impoten , gila atau gangguan jiwa dan yang paling parah ialah kematian,”Katanya

Masih dikatakan syahril, Kabupaten Empat lawang saat ini mendapat predikat sebagai kabupaten yang paling tidak tanggap dengan kasus Narkoba.

“Berdasarkan hasil survey universitas sriwijaya Empat lawang ini  masuk kabupaten tidak tanggap,”jelasnya

Camat Paiker Indra Supawi juga mengakui memang diwilayahnya memang masih banyak kasus – kasus penyalahgunaan Narkoba

“Pada awal saya dilantik pada tahun 2017 saya sangat terkejut melihat prilaku masyarakat kalau pesta malam itu sampai subuh dengan biduan yang berjoged dengan pakaian setengah telanjang dan penjualan minuman keras (Miras) dan juga peredaran narkoba,”Ungkapnya.

Menanggapi penomena tersebut lanjutnya pihaknya berkoordinasi dengan Polsek dan dan pemerintah desa guna membuat owraturan dan batasan mengenai pesta malam yang merugikan.

“Jadi semenjak adanya Peraturan Bupati (Perbup) tentang larangan pesta malam sudah agak berkurang berbagai permasalahan tersebut,” tukasnya. (Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending

Graha Rakyat Empat Lawang Jl. Lintas Sumatera Talang Banyu Tebing Tinggi Empat Lawang Sumatera Selatan Telp : 0702 7320044 Fex 0702 7320044