oleh

Ajarkan Anak Puasa Tidak Bisa “Instan”

REL, Empat Lawang – Anak-anak belum diwajibkan untuk menunaikan ibadah puasa. Akan tetapi, orang tua boleh secara perlahan memperkenalkan dan mengajarkan anak-anak agar terbiasa untuk puasa di bulan Ramadhan.

Psikolog Empat Lawang, Rahmawati membagikan tips-tips untuk melatih anak-anak berpuasa di bulan Ramadhan ini.

Rahmawati menuturkan untuk mengajarkan anak-anak puasa sejak dini tidak bisa instan, orang tua harus menjadi contoh atau model untuk anak-anaknya.

“Jauh-jauh hari sudah dikenalkan tentang puasa dengan cara orang tua juga harus berpuasa. Karena anak-anak sifatnya ialah meniru yang dilakukan oleh orang dewasa,” kata Rahmawati kepada Rakyat Empat Lawang, Kamis (15/4)

Baiknya, lanjut Rahmawati, buat perjanjian dan target antara orang tua dan anak. Boleh juga dibuat reward dan punishment agar anak-anak semangat belajar berpuasa. Diterangkan kepada anak-anak bahwa inti dari berpuasa ialah agar bisa memahami kondisi orang-orang yang tidak mampu dan kesusahan mencari makan, dan berikan pemahaman-pemahamqn tentang puasa lainnya.

Rahmawati melanjutkan, reward bisa dibuat berjenjang. Misalnya dari puasa setengah hari menjadi sehari full. Intinya ialah pengenalan dan pembiasaan terlebih dahulu.

“Anak-anak jangan dipaksa. Nanti malah mundur. Jadi puasanya tidak menyenangkan,” ujarnya.

Selain reward dan punishment, menu buka puasa juga mempengaruhi semangat anak-anak untuk belajar puasa.

Rahmawati menambahkan, anak-anak bisa diajarkan untuk berpuasa idealnya saat sudah bisa diajak berkomunikasi yakni umur 4-5 tahun tergantung kemampuan anak dan bagaimana orang tua mengenalkan tentang puasa ke anaknya.

“Kalau udah bisa, kayak anak saya mulainya pas TK. Tahun pertama mereka puasa, Alhamdulillah full 30 hari semua padahal baru coba tahun pertama. Tahun ini anak-anak saya sudah ngitung-ngitung hari kapan puasa, excited merekanya menanti-nanti puasa,” tutup Rahmawati. (Ian)

Komentar

BACA JUGA