Connect with us

Kabar Sumsel

Ada 617 Desa Tak Miliki Kantor

Published

on

DIALOG : Dialog khusus Pengelolaan Keuangan Desa, di aula Ditjen Perbendaharaan

REL, Palembang – Total ada 2.835 Desa di Sumsel namun 617 desa belum memiliki kantor. Hal ini terungkap pada dialog khusus Pengelolaan Keuangan Desa, di aula Ditjen Perbendaharaan, kemarin.

Dra Hj Vera Theresia MM, Kabid Bina Pemerintahan dan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provonsi Sumsel menambahkan. Di Sumsel hampir 30 persen desa yang belum memiliki kantor. Dari jumlah 2 ribu tersebut pun ada yang rusak berat sehingga tidak dapat digunakan.

“Sangat banyak yang belum memiliki kantor, padahal kantor ini penting untuk pelayanan dan administrasi,” katanya.

“Iya banyak desa yang belum kantor bahkan dari data tadi banyak yang belum rusak berat. Seperti yang dikatakan Muara Enim ada 245 kantor, satu desa tidak memiliki. Dan 147 rusak berat sehingga tidak ditempati, bahkan empat Lawang belum punya satu pun,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini, kantor desa berada di rumah desa sehingga belum ada pemisahan. Namun untuk desa yang belum ada kantor pun tidak bisa langsung membangun kantor menggunakan dana desa. Sebab berdasarkan aturan PP No 40 Tahun 2014 bab V penggunaan Pasal 29. Bahwa dana desa diperuntukan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan, pemberdayaan dan pembinaannya.

Karenanya, menteri desa harus menjadikan prioritas desa yang belum mempunyai kantor . “Bisa pula pembangunan menggunakan hibah atau , pihak ketiga hingga swadaya masyarakat,” jelasnya.

Kepala Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumsel, Tauhid mengatakan. Tidak adanya kantor desa menjadi perhatian dan sangat miris. Sebab bagaimana menjalankan pemerintahan kalau pelayanan dan administrasi kantor tidak ada. Jadi selama ini desa yang belum maka berkantor di rumah kepala desa.

“Sedih melihat desa belum ada kantor. Sebab kantor berdasarkan konstitusi desa merupakan pusat pemerintahan terkecil di Indonesia jadi wajib ada kantor, ” katanya.

Sebab, kata dia, di pulau Jawa kantor fasilitas kantor desa ada temapt ibadah hingga pasar. Kondisi yang berbeda dengan di Sumsel. Untuk itu, sambung dia, pihaknya akan mencari solusi agar keberadaan kantor ini bisa terpenuhi.

Misalnya, menggunakan dana desa tapi masalah nya tidak ada aturan yang mengatur tersebut. Sehingga kepala desa khawatir di kriminalisasi. “Akan diajukan ke Kemendes untuk mengubah aturan. Sebab berdasarkan aturan hanya empat priroitas peruntukan penggunaan dana desa.

Atau, bisa menggunakan skema tanggung renteng antar pemerintah pusat maupun provinsi dan kabupaten. Bisa pula, menggunakan APBN yang dialokasikan khusus. Sebab bisa jadi kejadian yang tidak ada kantor juga terjadi di daerah lain. Dan tidak hanya di Sumsel sebab berdasarkan data tadi ada 70 ribu desa dan hampir 10 ribu belum.

Artinya , bisa saja daerah lain menghadapi masalah yang sama. Jadi kita ajukan bersama seluruh daerah sebab kebutuhan sama. “Apapun nanti kebijakan yang jelas keberadaannya penting,. Kalau tidak ada kantor bagaimana pelayanan maupun administrasi untuk warga apalagi keberadaan desa jauh dan terpencil,” pungkasnya. (yun/fin)

Empat Lawang

RSUD Jadi Klaster Baru Corona

Published

on

Foto : Ilustrasi

REL,Empat Lawang – Sebelumnya kasus positif corona di Empat Lawang berjumlah 8 orang dan 7 diantaranya dinyatakan sudah sembuh.

Namun,terhitung mulai tanggal (31 /8/2020 ) kasus positif corona bertambah satu orang ,

Penambahan satu kasus dari kluster RSUD. yang berinisial CDJ seorang perempuan ( 23 ) salah satu tenaga kesehatan RSUD, warga Desa Terusan Baru Kecamatan Tebing Tinggi.

Dari informasi yang didapat pasien 09 yang sebelumnya berstatus suspek dan setelah dilakukan swab 2 kali yang mana swab pertama negatif dan swab kedua positif dan saat ini sudah menjalani isolasi mandiri sejak timbul gejala.

“Pasien 09 itu salah satu perawat bangsal (Perawat ruangan ) Honorer di RSUD Empat Lawang dan yang bersangkutan sudah melakukan swab,
swab dilakukan pada tanggal 24 dan 26 agustus kemarin,”Kata Jubir Gugus tugas Covid-19 dr.Arga Sena Setiawan.Senin (31/8).

Masih dikatakan Arga,pasien 09 itu mempunyai riwayat perjalanan ke luar kota.

“Riwayat pasien 09 pernah berpergian ke palembang,namun saat ini masih dalam proses tracking yang kontak erat dengan pasien,”Jelasnya.

Sementara dirut RSUD Empat Lawang dr.Devi Andriyanti saat dikompirmasi melalui via pesan singkat whatsapp terkait dominan positif covid-19 banyak dari pegawai RSUD,tidak merespon pertanyaan dari awak media melainkan whatsapp awak media yang ingin kompirmasi tersebut diblokir oleh direktur RSUD.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Gempa Bumi Goncang Bengkulu,Empat Lawang Juga Rasakan Gocangannya

Published

on

Caption : Peta titik koordinat gempa bumi

REL,Empat Lawang – Gempa bumi dengan kekuatan 6,9 magnitudo menggoncang Provinsi Bengkulu juga dirasakan oleh masyarakat Empat Lawang.

Gempa Bumi yang terjadi dua kali itu terjadi pada pukul 05 : 23 wib dan 05 : 29 wib,bukan hanya provinsi bengkulu yang merasakan namun provinsi Sumsel dan kabupaten kabupaten tetangga juga ikut merasakan goncangan itu.

“Subuh tadi,badan teraso bergoyang waktu jingok lampu,lampu jugo begerak,gempa pertamo dak terlalu teraso tapi gempa yang keduo yang teraso nian,”Kata Meli Warga Kecamatan Tebing Tinggi

Sedangkan Ririn warga Bengkulu saat di dihubungi melalui pesan singkat whatsapp mengatakan ditempatnya yang paling kuat gonyangan.

“Kuat disini goncangannya,dua kali sampai sampai terbangun dari tidur,kalau ada gempa siap siap kami keluar rumah,”Jelasnya.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Empat Lawang mengatakan menurut dari situs www.bmkg.go.id (BMKG) Kejadian hari Rabu, 19 Agustus 2020 pukul 05.23.56 WIB dan pukul 05.29.35 WIB wilayah Bengkulu diguncang gempa tektonik.

Dengan Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi pertama memiliki parameter awal dengan magnitudo M=6.9 yang kemudian diupdate menjadi Mw=6.6 dengan episenter gempabumi terletak pada koordinat 4.44 LS dan 100.97 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 160 km arah Barat Daya Bengkulu, Provinsi Bengkulu, pada kedalaman 24 km.

Sedangkan gempa bumi kedua memiliki parameter awal dengan magnitudo M=6.8 yang kemudian diupdate menjadi Mw=6.7 dengan episenter gempabumi terletak pada koordinat 3.98 LS dan 101.22 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 117 km arah Barat Daya Bengkulu, Provinsi Bengkulu, pada kedalaman 86 km.

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,”Kata Kuswinarto.

Namun demikian,kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah,”Tukasnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Reskrimum Polda Sumsel Datangi PUPR Empat Lawang,Hanya Berkunjung dengan Kerabat

Published

on

Caption : Suarno Reskrimum Polda Sumsel saat di wawancarai sejumlah awak media di depan Kantor PUPR Empat Lawang.

REL,Empat Lawang – Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Empat Lawang kedatangan tamu dari Reskrimum Polda Sumsel.

Dari pantauan dilapangan,kedatangan anggota Rekrimum Polda tersebut diketahui berjumlah empat orang (Laki laki ) dan belum diketahui tujuan maksud kedatangannya.

Sebab disaat awak media ingin mengambil gambar,pintu ruangan Kabid Sumber daya air tempat bertemunya anggota Reskrimum polda bersama pegawai PUPR dikunci dan dilarang untuk mengambil gambar.

Entah apa yang menjadi pembahasan mereka sehingga pintu ruangan itu pun dikunci dan di jaga oleh pegawai PUPR dan mengatakan kepada awak media yang sedang mengambil gambar untuk tidak mefoto “Jangan di Poto,tidak boleh di poto”kata salah satu pegawai yang ada di dalam ruangan tersebut.

Setelah berjelang beberapa menit kemudian rombongan Reskrimum Polda keluar dan pintu utama kantor PUPR pun dikunci sehingga awak media tidak dapat masuk.

Pada saat anggota Reskrimum Polda dimintai keterangan oleh sejumlah awak media ,ia pun mengatakan kunjungannya itu hanya sekedar mengunjungi kerabatnya.

“Tujuan saya mau ke lubuk linggau dan saya mampir kesini untuk mengunjungi kerabat saya (Sekretaris PUPR) ,tidak ada untuk memeriksa karena saya bukan Tipidkor,saya Reskrimum tidak ada kaitannya dengan Tipidkor,”Kata Suarno yang mengaku dari Reskrimum Polda Sumsel.Rabu (5/8).

Sementara sejumlah awak media yang ingin mengkompirmasi ke Dinas PUPR terkait kedatangan dari Reskrimum Polda, tidak ada satu pun yang mau dikompirmasi seakan akan menghindar dari awak media,sampai berita ini masuk dapur redaksi pihak PUPR Empat Lawang tidak dapat dikompirmasi

Diketahui belakangan ini kepala PUPR Empat Lawang (SR) sedang dalam penyidikan oleh kejati Sumsel terkait fee proyek.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending