oleh

520 PTPS se-Kota Pagaralam Dilantik

REL, Pagaralam – Sebanyak 520 Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) sekota Pagaralam yang akan bertugas pada Pemilihan Umum 2019 nanti dilantik oleh Bawaslu Kota Pagaralam, kemarin.

Ketua Bawaslu Kota Pagaralam Emi Deshartika mengatakan para anggota PTPS yang akan bertugas ini nantinya akan menjadi ujung tombak pengawasan. Mereka merupakan 520 orang yang diseleksi dari 5 kecamatan di Kota Pagaralam.

Ia mengatakan, sesuai aturan yang dikeluarkan oleh Bawaslu Republik Indonesia, usia 25 tahun minimal disepakati untuk menjadi PTPS dengan latar pendidikan minimal SMA.

Ia menambahkan kalau masa kerja PTPS mulai berlaku sejak masa tenang dilakukan ‎yakni pada tanggal 14 April 2019 sampai berjalannya proses pemilihan umum.

Tugas mereka memastikan tidak adanya pelanggaran Pemilu di tempat tugas mereka, termasuk masih adanya pemasangan atribut partai pada masa tenang selama tiga hari sebelum hari pemilihan di tanggal 17 April 2019.

Emi juga mengatakan, ‎untuk proses perekrutan PTPS telah dilakukan mulai tanggal 11 Februari sampai 24 Maret 2019 lalu.

Sesuai arahan Bawaslu Republik Indonesia, pihaknya bahkan melakukan perpanjangan pendaftaran selama dua hari terhitung dari tanggal 25 sampai 27 Februari 2019.

Dalam melaksanakan tugasnya, PTPS akan dibekali kartu identitas berikut dengan Surat Keputusan yang wajib dibawa oleh PTPS ke TPS.

“Prosesnya, PTPS bila menemukan adanya indikasi pelanggaran Pemilu, mereka akan melaporkan ke Pengawas Kelurahan atau Desa. Mereka kemudian menyampaikan hal itu kepada Panwascam di Kecamatan,” katanya.

Pada kesempatan itu Kapolres Pagaralam, AKBP Trisaksono Puspo Aji mengucapkan selamat kepada PTPS yang baru dilantik.

“Pelaksanaan pemilu baik pilpres maupun pilpres saat ini diiringi banyak sekali berita-berita yang berseliweran di media sosial. Karena itu PTPS harus berani melakukan pengawasan di lapangan. Jangan pandang bulu,” ujar Kapolres.

Bahkan ia menegaskan PTPS harus berani mengawasi polisi atau penyelenggara negara yang lain.

“Harus berani mengawasi termasuk mengawasi saya,” tekannya.

Sementara Wakil Walikota Pagaralam Muhammad Fadli dalam sambutannya menyampaikan keberadaan PTPS untuk mengantisipasi pelanggaran-pelanggaran yang dapat saja terjadi pada pelaksanaan pemilu itu.

“Jadikan pekerjaan PTPS ini sebagai pekerjaan penuh jangan jadikan pekerjaan sampingan. Karena pengawas TPS ini menjadi abdi negara yang berintegritas,” tandasnya.

Fadli menegaskan selepas pelantikan ini ada tugas tambahan memberikan pengertian mengenai pemilu yang benar agar tercipta pemilu yang berkualitas. (17).

BACA JUGA