Connect with us

Empat Lawang

50 Calon Jemaah Umroh Jalani Manasik

Published

on

KHUSYUK : Para calon jemaah umroh Empat Lawang dengan khusyuk mengikuti kegiatan Manasik Umroh di Masjid Pemkab Empat Lawang, Rabu (2/5).

REL, Empat Lawang  – Lima puluh calon jemaah umroh Kabupaten Empat Lawang yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci Mekkah menjalani bimbingan (Manasik-red) umroh di Masjid Pemkab Empat Lawang, Rabu (2/5). Ke-lima puluh jemaah yang merupakan masyarakat Empat Lawang dari berbagai kecamatan tersebut dibimbing langsung pihak travel KAISA ROSSI LIL HAJJ.

Kegiatan manasik dibuka langsung Bupati Empat Lawang, H Syahril Hanafiah melalui Asisten II, Ir H Susyanto Tunut. Dalam sambutannya, Susyanto berpesan ke pada para jemaah yang diberangkatkan umroh selalu menjaga kekompakan, jaga nama baik daerah. Terlebih, ke pada para jemaah agar menjaga kesehatan fisik dan menjaga pola makan. Mengingat, ibadah umroh merupakan ibadah fisik.

“Selain itu yang paling amat penting yakni luruskan niat hanya karena Allah. Perbanyak Istighfar dan sabar. Kami doakan semoga ibadah umrohnya mabrur,” kata Susyanto

Mantan Kadis Pertanian Empat Lawang ini juga berpesan, kiranya ke pada para jemaah mendoakan kebaikan untuk daerah dan para pemimpin Empat Lawang.

“Jangan lupa doakan daerah kita ini kedepan agar lebih maju. Kemudian doakan pula semua para pemimpin kita diberikan kesehatan, keberkahan hidup, dan lainnya. Dan tidak lupa kami minta doa ke pada masyarakat Empat Lawang semoga kegiatan yang mulia ini berjalan sukses tanpa ada halangan sedikitpun,” pintanya

Sementara, Direktur KAISA ROSSI LIL HAJJ, Hj Lili Widojani, mengungkap, kegiatan umroh dilaksanakan selama lebih kurang sepuluh hari. Dan pihaknya memastikan segala persiapan pemberangkatan jemaah umroh Empat Lawang sudah final 100 persen.

“Alhamdulillah semua segala persiapan rampung 100 persen. Baik dari pembuatan paspor, suntik vaksin, booking pesawat, hotel, dan yang lain-lainnya sudah selesai semua. Dan hari ini (kemarin,red), kita beri pembekalan bimbingan umroh ke para jemaah. Mohon doa ke pada masyarakat Empat Lawang semoga tidak ada kendala dan kegiatan berjalan sukses,” tukasnya

Sekedar informasi,  Ibadah Umroh ini merupakan program Pemerintah Kabupaten Empat Lawang yang sudah dilaksanakan sejak beberapa tahun terakhir. Informasi didapat, InsyaAllah, para jemaah akan diberangkat pada hari Ahad 6 Mei 2018 dan langsung dilepas Bupati Empat Lawang H Syahril Hanafiah di Kantor Pemkab Empat Lawang sekitar Pukul 06.00 pagi WIB. (13)

Bisnis

Masih dalam Proses Pendataan

Published

on

Kabid Perdagangan Yeni Novita

 

 

REL,Empat Lawang – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Kabupaten Empat Lawang belum dapat memastikan kenaikan harga sembako di pasar tradisional di Kabupaten Empat Lawang.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Perindustrian dan perdagangan (Disprindag) Almutholib melalui kabid perdagangan Yeni Novita dikompirmasi melalui Via Whatshapp mengatakan.

“Maaf sebelumnya,karena saat ini disperindag masih dalam proses pendataan,Tunggu kompirmasi lwbih lankutnya,” Kata Yeni Novita.Selasa (21/1/20).

Masih dikatakan Yeni Novita,untuk pendistribusian beras bulog itu bukan rana dari dinas perdagangan dan perindustrian.

“Kayaknya bukan kami,kalau masalah beras bulog mungkin dengan dinas ekobang atau dinsos,”Jelasnya.

Sementara Pantauan dilapangan Harga sembako di pasar tradisional Tebing Tinggi mengalami kenaikan walaupun mengalami kenaikan tapi tidak terlalu signifikan,seperti harga cabe,bawang,
,gula,minyak sayur,cabe setan dan abe merah.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Petugas Parkir Dilengkapi Atribut

Published

on

MONITORING : Kabid Lalu Lintas dan Angkutan RM Sobri Dishub Empat Lawang bersama petugas parkir yang resmi dari Dishub, Selasa (21/1).

 

 

 

/// Tak Ada Atribut dan Surat Resmi Petugas Liar

REL, Empat Lawang – Personil Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Empat Lawang turun langsung kelapangan dalan rangka monitoring petugas parkir yang ada di Pasar Tebing Tinggi.

Kepala Dinas Perhubungan Empat Lawang H M Taufik melalui Kabid Lalu Lintas dan Angkutan RM Sobri kepada wartawan mengatakan, sengaja turun kepasar kali ini tidak lain pelaksanaan monitoring lapangan tugas bidang lalu lintas dan angkutan, juga dalam rangka pencapaian peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Empat Lawang.

“Monitoring ini rutin kita lakukan untuk mendukung kerja Dishub Empat Lawang sekaligus mengecek petugas parkir yang ada di pasar Tebing Tinggi,” ungkapnya, Selasa (21/1).

Tidak hanya itu Sobri menghimbau kepada masyarakat bahwa petugas ataubjuru parkir yang resmi dari Dishub Empat Lawang disertai dengan surat tugas dan kelengkapan atribut parkir.

“Apabila petugas parkir tidak ada surat resmi dari Dishub Empat Lawang atau atribut parkir maka itu adalah liar,” tegas Sobri.

Tentunya hal ini perlu diketahui oleh kalangan masyarakat, kendati demikian Sobri menjelaskan, saat ini Dishub Empat Lawang masih terus mengevaluasi titik-titik parkir yang ada di Empat Lawang.

“Untuk lokasi parkir kita masih evaluasi,” ucapnya. (12).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Mgs Muhammad Azzam Bocah 2 Tahun yang Sangat Butuh Bantuan

Published

on

Mgs Muhammad Azzam terbaring ditempat tidur

 

 

 

REL,Empat Lawang – Mgs Muhammad Azzam, seorang bocah berumur 2 tahun 3 bulan ini hanya bisa berbaring lemah di tempat tidur, bahkan untuk duduk saja harus dibantu dikarenakan penyakit yang dideritanya. Sungguh menyakitkan, bocah yang seharusnya menikmati masa kanak-kanak justru harus menahan sakit luar biasa.

Pantauan wartawan Rakyat Empat Lawang (REL) saat menghubungi ibunya yakni Puspita Sari melalui via telepon, mengatakan Azzam menderita penyakit anemia, gizi buruk, dan Hydrosefalus.

Puspita mengatakan tanda-tanda tidak sehat memang sudah terlihat sejak awal kelahiran. Ditandai dengan kulit Azzam yang berwarna kuning. Lalu beberapa kali melakukan pengobatan ke Puskesmas dan sampai sekarang kondisinya semakin memprihatinkan.

Berat badan Azzam hanya 7,4 Kg. Hal tersebut dikarenakan kurangnya porsi makan. Puspita mengatakan porsi makan Azzam hanya sebanyak 3 sendok makan orang dewasa per sekali makan.

“Makannya alhamdulillah lancar tapi porsinya hanya 3 sendok makan orang dewasa,” kata Puspita saat diwawancarai via telepon, Kemarin (21/1/2020).

Puspita dan suaminya bernama Abdul Rahim kesehariannya berkerja sebagai petani kecil di Desa Tanjung Raye Kecamatan Pendopo Barat. Penghasilan mereka tak cukup untuk menanggung biaya pengobatan Azzam. Mereka sangat berharap uluran tangan dari orang-orang dermawan yang punya hati untuk bersimpati dan berempati kepada mereka.

Azzam sudah beberapa kali dibawa ke rumah sakit bahkan sampai dirujuk ke salah satu Rumah Sakit yang ada di kota Palembang. Namun saat ini, mereka sedang berada di kampung halaman.

Miris, hingga saat ini, Puspita mengaku belum pernah sekalipun mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat. Padahal penyakit Azzam terbilang sangat lama dari umur 4 bulan hingga umurnya 2 tahun 3 bulan ini. Dan hari ini, Senin (20/1/2020) ada salah seorang guru Puspita ketika SMA memberikannya sedikit bantuan, hasil dari gurunya meminta sumbangan kepada orang-orang.

“Kecuali hari ini, dari pemerintah setempat belum ada yang memberikan bantuan,” ucapnya.

Bahkan saat Puspita dan suaminya membawa Azzam ke Puskesmas Pendopo Barat, ia mengaku dari pihak Puskesmas Pendopo Barat tak ada respon sama sekali.

Pengakuan mengagetkan terucap dari bibir Puspita. Ia mengatakan telah sampai ke telinganya beredar kabar bahwa penyakit yang diderita Azzam sengaja ditutupi oleh salah satu Puskesmas agar tidak terekspos ke media. Dengan alasan pihak Puskesmas tidak mau disalahkan dan dicap tidak peduli terhadap Azzam.

“Saya tidak tahu Puskesmas yang mana. Tapi ada terdengar sampai ke telinga kami bahwa kondisi Azzam sengaja ditutupi. Pihak Puskesmas takut disalahkan dan dan dicap tidak peduli,” tutur Puspita. (Mg15)

Baca Selengkapnya

Trending