Connect with us

Empat Lawang

38 M Anggaran Perbaikan Irigasi 

Published

on

REL, Empat Lawang – Tampaknya angin segar akan mengarah kepada para petani, pasalnya pada tahun ini (2018) anggaran untuk pembangunan fisik untuk Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Empat Lawang cukup besar, berada di angka 38 Milyar.

Kepala Dinas PUPR Empat Lawang Syarkowi Rasyid melalui Kabid SDA Dading Purwadi kepada wartawan membenarkan hal tersebut. Menurutnya, dana 38 M tersebut bersumber bukan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Empat Lawang melainkan dari Dana Alokasi Khusu (DAK).

“Yah, sudah pasti untuk anggaran SDA yang bersumber dari DAK diangka 38 M. Dari anggaran itu diperuntukan pembangunan fisik (peningkatan dan Rehab) irigasi,” katanya diruangan kerjanya, Rabu (28/2).

Ia juga mengakui pada tahun sebelumnya ada beberapa titik irigasi yang mengalami kerusakan seperti irigasi yang jebol, namun tahun ini kerusakan tersebut akan diperbaiki. “Irigasi yang rusak tahun lalu itu memang pembangunan irigasi yang lama sewaktu Empat Lawang masih dalam Kabupaten Lahat,” sambungnya.

Hanya saja, kata Dading, peningkatan dan Rehab irigasi yang masuk di Kabupaten Empat Lawang tidak ada yang besar atau yang kecil ditiap kecamatan melainkan merata, namun dirinya belum begitu paham detail karena masih akan koordinasi kembali dengan Kementrian.

“Yang jelas angka dari Dana DAK di angka 38 M. Pembangunan nanti merata tiap kecamatan,” ujarnya.

Kendati demikian, kedepan pihaknya berencana mengusulkan daerah irigasi (DI) baru ke Kemeterian PU dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Sumber Daya Air, untuk penambahan wilayah DI di Kabupaten Empat Lawang.

“Seperti di Kecamatan Pasemah Air Keruh atau Paiker, di kecamatan itu cuma ada satu DI yakni DI Air Keruh dan itu dikelolah langsung oleh pemerintah pusat. Kita harapkan kedepan, ada satu DI lagi yang nanti pemerintah daerah yang kelolah,” ungkap Dading.

Memang diakui oleh Dadinh proses pengajuan DI baru bukanlah perkara yang mudah. Namun demikian, pihaknya akan berusaha untuk mengajukan itu, agar DI yang diusulkan ini dapat diterima oleh pemerintah pusat. “Segala persyaratan akan kita ajukan, termasuk data-data pendukung dan melakukan pendampingan saat penyurveian lokasi DI,” tambahnya. (12)

Empat Lawang

Kapolres Berjanji Membedah Rumah Nenek Rismawati

Published

on

Caption : Kapolres Empat Lawang bertemu dan berbicara langsung dengan nenek Rismawati di Kediamannya.

REL,Empat Lawang – Jajaran Polres Empat Lawang menyambangi rumah nenek Rismawati (62) yang beralamatkan di Desa Padang Tepong Kecamatan Ulu Musi Kabupaten Empat Lawang.Sabtu (6/3).

Kedatangan orang nomor satu di wilayah Hukum Polres Empat Lawang ini,melihat kondisi kediaman nenek Rismawati dan kedua putranya yang mengalami keterbelakangan mental sekaligus memberikan bantuan berupa sembako.

Diketahui,Nenek Rismawati tinggal bersama dua anak laki lakinya di rumahnya yang terbilang tidak layak huni dan nenek Rismawati juga mengidap penyakit katarak di dua belah matanya sehingga mengakibatkan nenek Rismawati tidak bisa melihat orang orang sekelilingnya baik dari jarak dekat maupun jauh,

Kapolres Empat Lawang AKBP. Wahyu,S.IK didampingi wakapolres Empat Lawang Kompol Indarmawan mengatakan akan memberikan bantuan pengobatan operasi mata kepada nenek Rismawati.

“Insyah allah kedepan kami dari kepolisian atas izin bapak kapolda sumsel akan mengobati mata nenek Rismawati agar bisa melihat kembali,”Kata Kapolres

Bukan hanya operasi mata saja ,Kapolres juga berjanji akan membedah rumah nenek Rismawati agar menjadi layak huni.

“Secepatnya akan kita lakukan menjadi rumah layak huni ,mudah mudahan allah mengizinkan,”Tuturnya.

Sementara Saipul tetangga Nenek Rismawati mengatakan sudah banyak para dermawan yang mendatangi kediaman beliau untuk memberikan bantuan.

“Alhamdulillah sudah banyak orang mendatangi kediaman Nenek Rismawati ,Semalam Kapolsek tebing tinggi memberikan sembako dan hari ini Kapolres,”Jelasnya

Memang lanjut Saipul nenek Rismawati pengen bisa melihat lagi namun tidak ada biaya untuk berobat.

“Mudah mudahan dengan adanya bantuan kepolisian polda dan polres nenek bisa melihat lagi karena kasihan kedua anaknya itu juga mengalami keterbelakangan Mental yang hidup bersama nenek Rismawati,”Terangnya.(Dn).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Telah Beredar Uang Palsu

Published

on

FOTO : IST/REL PALSU: Tiara anak pemilik toko baju dipasar Tebing Tinggi menerima uang palsu

REL,Empat Lawang – Uang palsu sudah beredar di tangan masyarakat, terkhusus dikabupaten Empat Lawang, salah satu warga Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati telah menjadi korban.

Pedagang toko baju di Pasar Tebing Tinggi, Tiara (21), mengetahui mendapatkan satu lembar uang palsu pecahan Rp50 ribu saat ingin menyetor uang ke bank Sumsel Babel Cabang Tebing Tinggi.

“kemarin (4/03) saya diminta ibu untuk menyetor uang sebesar Rp 25 jt di Bank Sumsel yang ada di pasar, nah pas di pecahan Rp 50 ribuan kato pihak bank bahwa terdapat satu lembar uang Rp50 ribu yang kami setor palsu. Langsung dicoret uangnya oleh petugas teler banknya, dan dikembalikan ke kami,” jelas Tiara kepada wartawan Harian Rakyat Empat Lawang (REL).

Dituturkan Tiara, ia tidak mengetahui kapan mendapatkannya, tapi uang tersebut dinyatakan palsu oleh pihak bank, karena warnanya yang luntur dan benang pita uangnya tidak ada tulisan angka 50 ribu.

“Kami tidak mengetahui kapan dan siapa yang memberikan uang palsu karena banyak transaksi di toko. Setelah diperhatikan dengan seksama, uang 50 ribu palsu itu ternyata uang Rp 2 ribu,

“Uangnya masih kami simpan, namun sudah dicoret oleh pihak bank, uangnya kami simpan supaya bisa membandingkan uang palsu dengan yang asli, agar tidak tertipu lagi dengan uang palsu tersebut,” tuturnya.

Kepala Bank Sumsel Babel Cabang Tebing Tinggi, Eldika Zainuddin, belum mengetahui hal tersebut, namun pihaknya akan memverifikasi pegawainya. “Nanti saya akan verifikasi,” jelasnya.

Eldika Zainuddin, menghimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam transaksi atau menerima uang dari pihak manapun, dan harus tau cara membedakan uang asli dengan palsu.

“Himbauan kepada masyarakat, untuk lebih berhati-hati dalam menerima uang dari pihak manapun, cara yang paling simpel untuk membedakan uang asli atau palsu cukup dengan 3D, dilihat, diraba, dan diterawang,” imbauannya (Mus/arl).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Edi Sugandi Jabat Kasi Datun

Published

on

Caption : Edi Suganti saat dilantik di Kejari Empat Lawang

REL,Empat Lawang – Kepala Kejaksaaan Negeri (Kejari) Empat Lawang, Sigit Prabowo SH MH, melantik Edi Sugandi sebagai Kepala Seksi ( Kasi) Perdata dan Tata Usaha Negara (PTUN), menggantikan Andi Candra.

Sementara Andi Candra kini menjabat Kacabjari Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi

“Kita berharap Edi Suganda segera menyesuaikan diri di tempat kerja baru ini,” harap Sigit Prabowo.

Ini lantaran, diakuinya, tugas Datun sangatlah penting dalam pendampingan hukum, penegakan hukum serta pelayanan hukum.( Rel)

Baca Selengkapnya

Trending