Connect with us

Empat Lawang

30 Rumah Ludes Terbakar

Published

on

KORBAN API : Warga berjibaku memadamkan api dengan alat seadanya. Wabup H Juarsyah SH saat meninjau lokasi kebakaran.

REL, Muara Enim – Kebakaran terjadi di permukiman padat penduduk di wilayah di Desa Gunung Agung, Kecamatan Semende Darat Tengah (SDT), Muara Enim, sekitar pukul 09.00 WIB kemarin (9/10). Kobaran api melahap sekitar 30  unit rumah milik warga berkonstruksi kayu  rata dengan tanah.

Penyebab kebakaran dan asal api, hingga berita ini dibuat belum diketahui secara pasti. Pihak kepolisian dari Polsek Semende masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Pada kejadian kebakaran itu tidak ada korban jiwa, namun sebagian besar harta benda korban ludes terbakar.

Sebab pada saat kejadian rumah tersebut mayoritas dalam keadaan kosong. Karena pemiliknya sudah pada pergi berangkat ke kebun untuk bekerja.

Warga dibantu satu unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Muara Enim yang selama ini ditandby di kantor Camat Semende Darat Laut telah berupaya memadamkan korbaran api. Namun mobil pemadam tersebut tidak mampu untuk memadamkan kobaran api yang membakar  rumah warga, karena kobaran api terus membesar.

Ditambah lagi kodisi cuaca kemarau sehingga angin cukup kencang. Warga juga sempat mengalami kesulitan air untuk memadamkan kobaran api. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.00 WIB, setelah 3 unit mobil pemadan kebakaran milik Pemkab Muara Enim dan 2 unit mobil pemadam kebakaran milik PT BA Tbk serta 1 unit mobil tangki suplai air tiba di lokasi kebakaran. Akibat kebakaran tersebut, membuat jaringan listrik di desa menjadi padam.

Peristiwa kebakaran tersebut, mendapatkan perhatian khusus Wakil Bupati Muara Enim, H Juarsah SH yang langsung kelapangan bersama OPD terkait untuk melihat kejadian yang sebenarnya. Wabup juga menemui warga yang  rumahnya ludes terbakar. Wabup juga meminta OPD terkait supaya segara mengambil langkah-langkah untuk membantu korban kebakaran.

Camat Semende Darat Laut (SDL), Darius yang berhasil dikonfirmasi oleh awak media mengatakan, jumlah seluruh rumah yang terbakar sebanyak 30 unit. Dari jumlah itu sebanyak 23 unit ludes terbakar, satu unit sebagian bangunan yang terbakar dan sisa 6 unit rumah mengalami kerusakan akibat dampak dari kebakaran tersebut.

Darius mengaku belum mengetahui penyebab kebakaran maupun asal mula api. “Saat ini pihak Kepolisian dan dari Kecamatan tengah melakukan penyelidikan asal penyebab kebakaran maupun asal mula api dari mana,” jelasnya.

Rumah yang terbakar tersebut, kata dia, sebagian besar dalam keadaan kosong karena penghuninya telah pergi ke kebun. “Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa, namun sebagian harta benda korban ikut terbakar,” terangnya.

Pihaknya saat ini masih melakukan pendataan pemilik rumah yang terbakar. Pihaknya juga saat ini tengah menyiapkan posko dapur umum untuk korban kebakaran.

Terpisah, Kepala BP3K Semende Darat Tengah, Fatahillah, mengatakan bahwa rumah yang terbakar mayoritas dalam keadaan kosong karena pemiliknya sudah sempat pergi ke kebun.

“Saat ini yang dibutuhkan warga sandang dan pangan. Kemudian saat ini warga korban kebakaran sebagian ada yang menumpang di rumah rumah keluarganya. Harta benda milik korban banyak yang tidak bisa terselamatkan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Alam, Yulius mengatakan, data yang diterimanya jumlah rumah yang ludes terbakar sebanyak 25 rumah. “Hingga sekarang kita belum mengetahui penyebab kebakaran, begitu juga asal api, karena masih dilakukan penyelidikan. Laporan sementara  jumlah rumah yang terbakar 25 unit,” jelasnya.

Dijelaskannya, satu unit mobil pemdam kebakaran bersama personil yang selama ini distandby-kan di Kecamatan Semende Darat Laut (SDL), dibantu warga sudah berupaya memadamkan api. Namun karena kondisi cuaca kemarau, ditambah angin kecang membuat api terus membesar, sehingga satu unit mobil pemadam tersebut tidak mampu untuk memadamkan api.

“Api baru bisa dipadamkan secara total setelah  2 unit mobil pemadam kebakaran milik dari Muara Enim dan 2 unit dari PT BA ditambah 1 unit mobil tangki supley air tiba dilokasi kejadian. Karena lokasi kejadian tersebut sangat jauh sehingga memakan waktu yang cukup lama,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Muara Enim, Drs Ali Rahman, mengatakan pihaknya telah mengirimkan bantuan pangan dan sandang bagi korban kebakaran. Pihaknya juga membuat posko dan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan para korban kebakaran.

“Bantuan yang kita siapkan berbentuk tanggap darurat dengan menyediakan bahan makanan seperti beras, lauk pauk, air besih dan kebutuhan lainnya,” jelasnya. Pihaknya juga akan membuat posko untuk menampung para korban kebakaran,”jelasnya.

Tokoh masyarakat Semende, Nurul Hudi, mengatakan kejadian kebakaran tersebut merupakan yang kesekian kalinya. Untuk itu dia mengharapkan kepada bupati dan Wakil Bupati supaya mengalokasikan anggaran untuk membuat tower penampungan air di setiap desa di Semende. Tujuannya jika terjadi kebakaran, tower penampungan air tersebut bisa dimanfaatkan dengan cepat untuk memadamkan api,” jelasnya.

Terlebih lagi, seperti musim kemarau saat ini sehingga warga kesulitan mendapatkan air untuk memadamkan api. Karena di kawasan Semende, jika musim kemarau sangat sulit untuk mendapatkan air. Sedangkan irigasi desa banyak yang tidak berfungsi sehingga tidak bisa menampung air. (ozi)

Empat Lawang

Diduga Pemicu Kebakaran Akibat Korsleting Listrik

Published

on

Caption : Warga bergotong royong memasukan kopi yang sudah terbakar ke dalam karung

REL,Empat Lawang – Kebakaran menghanguskan satu rumah warga desa Muara Lintang Lama Kecamatan Pendopo Barat Kabupaten Empat Lawang,jumat ( 22 / 1) sekitar pukul 07.00 wib.

Kobaran api menghanguskan satu buah rumah atas nama Arman Baiti ( 60) dan satu rumah rusak berat atas nama Sairul.

Menurut Norman selaku pendamping Pemberdayaan desa (PDP) Kecamatan Pendopo Barat menuturkan kejadian sekitar pukul 18 : 10 Wib yang mana pemilik rumah sedang tidak berada ditempat.

“Saat kejadian pemilik rumah sedang ke sawah,alhamdulillah tidak ada korban jiwa,belum diketahui penyebab terjadinya kebakaran namun kerugian ditafsir mencapai ratusan juta dan saat ini korban diungsikan dirumah keluarganya,”Jelasnya

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD ) Empat Lawang Sahrial Podril melalui Sekretaris BPBD Rupi Faizal membenarkan telah terjadi kebakaran di Desa Muara Lintang Lama.

“Iya , kejadiannya sekitar pukul 08:00 Wib dan satu jam berhasil di padamkan oleh petugas menggunakan dua unit mobil pemadam yaitu damkar Pendopo dibantu Damkar Muara Pinang serta warga sekitar ,”kata Sekretaris BPBD Rupi Faizal

Dijelaskan Rupi, dugaan sementara Api berasal dari Korsleting listrik sehingga mengakibatkan rumah warga yang masih berbahan papan kayu itu terbakar hebat.

“Di wilayah sana memang mayoritas rumah masih berbahan kayu sehingga sangat rawan apabila terkena api,”jelasnya

Dirinya menghimbau kepada masyarakat khususnya rumah yang terbuat dari papan untuk selalu berhati – hati apabila hendak keluar rumah seperti ke kebun ataupun ke sawah .

“Jangan tinggalkan rumah sebelum dicek dan di pastikan tidak ada korsleting listrik seperti magicom yang selalu terhubung ke aliran listrik ataupun kompor ,”himbaunya

Masih di katakannya, dengan kejadian musibah itu pihaknya akan langsung berkoordinasi ke Dinas Sosial untuk segera memberikan bantuan bagi korban kebakaran.

“Bantuan akan segera kita salurkan bersama Dinsos, baik berupa Sembako , makanan cepat saji dan pakaian,”Tukasnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Keseringan Main Gadget, Para Siswi Buat Video Diduga Bullying

Published

on

FOTO: ISTIMEWA  BULLYING: Para siswi yang diduga lakukan bullying terhadap teman sekolahnya.

FOTO: ISTIMEWA

BULLYING: Para siswi yang diduga lakukan bullying terhadap teman sekolahnya.

Keseringan Main Gadget, Para Siswi Buat Video Diduga Bullying

EMPAT LAWANG – Dunia pendidikan di Kabupaten Empat Lawang dihebohkan dengan beredarnya video beberapa siswi SMP di Kecamatan Ulu Musi yang diduga menjadi korban bully oleh teman-temannya sesama siswi. Mirisnya, mereka masih menggunakan seragam sekolah dan videonya sudah menyebar di berbagai media sosial.

Informasi yang berhasil dihimpun, Kamis (21/1), dugaan perlakuan bully kepada salah satu siswi tersebut, dilakukan oleh beberapa siswi lainnya yang diperkirakan satu sekolahan dengan korban. Video diduga bully tersebut pun langsung menyebar, baik melalui WAG maupun media sosial lainnya.

Menyikapi kejadian dimaksud, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Empat Lawang, Rita Purwaningsih, melalui Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kerja (PGTK), Arbanu, menyesalkan kejadi tersebut.

“Kepseknya sudah ditelpon, dan membenarkan bahwa siswi yang ada dalam video itu siswi di sekolahnya. Wali beserta siswinya akan dipanggil, untuk dimintai klarifikasi,” ungkap Arbanu.

Menurut pengakuan dari Kepsek kata Arbanu, video itu bukanlah perkelahian antar siswi. Melainkan hanya bercanda sesama mereka.

“Itu jawaban dari Kepseknya, tapi kejadian sebenarnya kami belum tahu. Silahkan konfirmasi lagi ke Sekretaris Disdik atau Ibu Kadis, mungkin ada tindakan selanjutnya,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Empat Lawang, Sopyan Haris, saat dikonfirmasi via telepon mengatakan, akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan kepala bidang pembinaan SMP, sebelum mengambil tindakan selanjutnya.

“Itu kan ranahnya Bidang Pembinaan SMP, kita koordinasikan dulu,” ujarnya singkat.

Kabid SMP Disdikbud Kabupaten Empat Lawang, Jhon Heri mengatakan sudah berkomunikasi dan menanyakan langsung kepada sekolah yang bersangkutan.

Jhon Heri mengatakan menurut pengakuan dari pihak sekolah menuturkan sudah memanggil wali murid dari siswi-siswi yang ada di video tersebut. Pihak sekolah mengatakan tidak ada laporan atau keluhan dari orang tua maupun dari siswi yang bersangkutan.

“Katek ta… anak main-main bae. Sudah dipanggil siswa dan orang tua yang bersangkutan. Hanya main-main meniru niru acara di televisi. Kesimpulannya anak-anak terlalu sering bermain gadget atau internet jadi kebablasan meniru yang bukan untuk ditiru,” jelas Jhon Heri.

Ia menghimbau kepada seluruh sekolah dan seluruh orang tua untuk memantau dengan ketat anak-anak agar tidak menggunakan gadget untuk hal yang tidak perlu. Selayaknya gadget digunakan untuk belajar daring, bukan untuk yang lain.

“Himbauan agar sekolah, guru kita, maupun orang tua untuk ketat memantau penggunaan android oleh siswa terutama pada masa KBM Daring ( PJJ) ini,” himbaunya. (Ian)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Pegawai Harus Tetap Bugar

Published

on

Caption : pegawai di lingkungan BNNK Empat Lawang rutin menggelar senam sehat

REL,Empat Lawang – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Empat Lawang, menggelar senam sehat hidup 100 persen, rutin setiap Jumat pagi sebelum melaksanakan aktivitas perkerjaan seperti biasa.

Seluruh staf dan pegawai di lingkungan kerja BNNK Empat Lawang, melaksanakan senam sehat hidup 100 persen, di lapangan kantor BNNK Empat Lawang.

Kepala BNNK Empat Lawang, AKBP Syahril SH melalui Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M), Azhari SKep mengatakan, dalam masa pandemi COVID-19, pegawai di lingkungan BNNK Empat Lawang harus tetap bugar agar tidak mudah terserang berbagai penyakit berbahaya.

“Oleh karena itu, penting ditanamkan kebiasanan hidup sehat salah satunya melaksanakan olahraga rutin di sela-sela kesibukan dalam melaksanakan rutinitas pekerjaan,” kata Azhari.

Tidak hanya untuk para pegawai di lingkungan kerja BNNK Empat Lawang, pihaknya berharap pola hidup sehat yang di-tagline-kan BNN secara nasional, yakni Hidup 100 Persen (#Hidup100%) tanpa Narkoba, dapat juga diikuti seluruh masyarakat di wilayah kerja BNNK Empat Lawang.

Selain menjauhi segala bentuk penyalahgunaan Narkoba, pihaknya juga berpesan agar masyarakat juga menjaga protokol kesehatan, mengingat saat ini masih dalam masa pandemi COVID-19.

“Jami juga menghimbau masyarakat Empat Lawang untuk tetap mematuhi protokol kesehatan 3 M, yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” tukasnya. (Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending