Connect with us

Empat Lawang

2019 Kecil Kemungkinan Kembali Seleksi CPNS

Published

on

Hendrawan Rizki

REL, Empat Lawang – Kebutuhan akan para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di masing masing daerah masih cukup banyak kekurangan. Terlebih para PNS yang membidangi kategori pendidikan seperti guru, maupun tenaga terampil kategori bidang umum lainnya.

Tidak terkecuali juga di Kabupaten Empat Lawang ini yang memiliki banyak quota penerimaan pada seleksi CPNS tahun 2018 kemarin. Namun tidak sepenuhnya quota terisi karena peserta tak banyak yang dinyatakan lulus melalui standar pasing grade ditentukan oleh Panselnas.

Harapan akan dibuka nya kembali dibukanya perekrutan bagi seleksi CPNS di tahun 2019 ini tentu saja sangat dinantikan lagi masyarakat. Akan tetapi pasca perekrutan tahun belakang kemungkinan besar di tahun ini perekrutran CPNS di jalur umum tidak akan ada.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Plt Kepala Badan Kepegawaian Pemerintah dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Empat Lawang Soleha Afriani melalui Kasubit Pengadangan dan Pemberhentian Aparatur R. Hendrawan Rizqi Saputra ketika dibincangi REL dalam ruang kerjanya. Selasa, (9/4).

“Untuk kabupaten kita di tahun 2019 ini masih belum dapat dipastikan. Dikarenakan untuk kembali membuka perekrutan seleksi CPNS itu berdasarkan surat dari kemenpan,” ungkapnya.

Dikatakan Hendra, memang kemungkinan pada tahun 2019 ini Kemenpan Republik Indonesia ada membuka seleksi penerimaan CPNS di daerah daerah. Itu bukan berarti Kabupaten Empat Lawang akan kebagian kembali membuka penerimaan.

“Iya mungkin saja akan ada penerimaan CPNS tahun 2019 dengan alokasi hingga mencapai seratus ribuan lebih bahkan. Tetapi untuk daerah yang menunda pelaksanaan pada tahun 2018 lalu dan di tahun ini baru dilaksanakan,” katanya.

Lelaki yang memiliki nama lengkap R. Hendrawan Rizki Saputra ini menjelaskan bahwa untuk membuka seleksi penerimaan CPNS itu tidaklah mudah, yang pertama dilihat dari kebutuhan daerah tersebut sesuai dengan pengajuan akan kebutuhan dari daerahnya yang nantinya barulah ditentukan oleh pihak kementrian jumlah quota melalui panitia seleksi nasional (panselnas).

“Biasanya ya, penerimaan seleksi CPNS itu salah satunya yakni adanya daerah yang acapkali terkena musibah seperti bencana alam. Yang seperti ini biasanya membutuhkan dan memiliki peluang lebih akan membuka penerimaan CPNS tersebut,” katanya.

Kabupaten Empat Lawang sendiri, sambung Hendrawan, tahun 2018 sudah membuka penerimaan seleksi CPNS, kemudian juga ada penerimaan bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) melalui seleksi yang belum lama ini berlangsung dan sedang menanti pengumuman nya saja.

“Nah, kalau P3K tahap umum tahapan ke 2 ini kita masih menunggu dari keputusan atas hasil daftar nama yang dinyatakan lulus oleh Kemenpan Republik Indonesia hingga sampai saat ini,” jelas Hendrawan.

Dirinya melanjutkan kembali, untuk para peserta yang telah mengikuti tes atau seleksi P3K beberapa pekan kemarin untuk bersabar menantikan hasil pengumuman dafratr nama yang dinyatakan lulus tes tersebut.

“Persyaratan mendaftarkan diri baik seleksi CPNS maupun P3K itu sama saja dengan sebelumnya. Dan untuk quota penerimaan P3K  berjumlah 254 quota, sementara 44 quota sudah ada daftar namanya di Kemenpan melalui Panselnas dan tinggal menanti di umumkan saja,” pungkasnya. (14).

Empat Lawang

Kapolres Berjanji Membedah Rumah Nenek Rismawati

Published

on

Caption : Kapolres Empat Lawang bertemu dan berbicara langsung dengan nenek Rismawati di Kediamannya.

REL,Empat Lawang – Jajaran Polres Empat Lawang menyambangi rumah nenek Rismawati (62) yang beralamatkan di Desa Padang Tepong Kecamatan Ulu Musi Kabupaten Empat Lawang.Sabtu (6/3).

Kedatangan orang nomor satu di wilayah Hukum Polres Empat Lawang ini,melihat kondisi kediaman nenek Rismawati dan kedua putranya yang mengalami keterbelakangan mental sekaligus memberikan bantuan berupa sembako.

Diketahui,Nenek Rismawati tinggal bersama dua anak laki lakinya di rumahnya yang terbilang tidak layak huni dan nenek Rismawati juga mengidap penyakit katarak di dua belah matanya sehingga mengakibatkan nenek Rismawati tidak bisa melihat orang orang sekelilingnya baik dari jarak dekat maupun jauh,

Kapolres Empat Lawang AKBP. Wahyu,S.IK didampingi wakapolres Empat Lawang Kompol Indarmawan mengatakan akan memberikan bantuan pengobatan operasi mata kepada nenek Rismawati.

“Insyah allah kedepan kami dari kepolisian atas izin bapak kapolda sumsel akan mengobati mata nenek Rismawati agar bisa melihat kembali,”Kata Kapolres

Bukan hanya operasi mata saja ,Kapolres juga berjanji akan membedah rumah nenek Rismawati agar menjadi layak huni.

“Secepatnya akan kita lakukan menjadi rumah layak huni ,mudah mudahan allah mengizinkan,”Tuturnya.

Sementara Saipul tetangga Nenek Rismawati mengatakan sudah banyak para dermawan yang mendatangi kediaman beliau untuk memberikan bantuan.

“Alhamdulillah sudah banyak orang mendatangi kediaman Nenek Rismawati ,Semalam Kapolsek tebing tinggi memberikan sembako dan hari ini Kapolres,”Jelasnya

Memang lanjut Saipul nenek Rismawati pengen bisa melihat lagi namun tidak ada biaya untuk berobat.

“Mudah mudahan dengan adanya bantuan kepolisian polda dan polres nenek bisa melihat lagi karena kasihan kedua anaknya itu juga mengalami keterbelakangan Mental yang hidup bersama nenek Rismawati,”Terangnya.(Dn).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Telah Beredar Uang Palsu

Published

on

FOTO : IST/REL PALSU: Tiara anak pemilik toko baju dipasar Tebing Tinggi menerima uang palsu

REL,Empat Lawang – Uang palsu sudah beredar di tangan masyarakat, terkhusus dikabupaten Empat Lawang, salah satu warga Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati telah menjadi korban.

Pedagang toko baju di Pasar Tebing Tinggi, Tiara (21), mengetahui mendapatkan satu lembar uang palsu pecahan Rp50 ribu saat ingin menyetor uang ke bank Sumsel Babel Cabang Tebing Tinggi.

“kemarin (4/03) saya diminta ibu untuk menyetor uang sebesar Rp 25 jt di Bank Sumsel yang ada di pasar, nah pas di pecahan Rp 50 ribuan kato pihak bank bahwa terdapat satu lembar uang Rp50 ribu yang kami setor palsu. Langsung dicoret uangnya oleh petugas teler banknya, dan dikembalikan ke kami,” jelas Tiara kepada wartawan Harian Rakyat Empat Lawang (REL).

Dituturkan Tiara, ia tidak mengetahui kapan mendapatkannya, tapi uang tersebut dinyatakan palsu oleh pihak bank, karena warnanya yang luntur dan benang pita uangnya tidak ada tulisan angka 50 ribu.

“Kami tidak mengetahui kapan dan siapa yang memberikan uang palsu karena banyak transaksi di toko. Setelah diperhatikan dengan seksama, uang 50 ribu palsu itu ternyata uang Rp 2 ribu,

“Uangnya masih kami simpan, namun sudah dicoret oleh pihak bank, uangnya kami simpan supaya bisa membandingkan uang palsu dengan yang asli, agar tidak tertipu lagi dengan uang palsu tersebut,” tuturnya.

Kepala Bank Sumsel Babel Cabang Tebing Tinggi, Eldika Zainuddin, belum mengetahui hal tersebut, namun pihaknya akan memverifikasi pegawainya. “Nanti saya akan verifikasi,” jelasnya.

Eldika Zainuddin, menghimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam transaksi atau menerima uang dari pihak manapun, dan harus tau cara membedakan uang asli dengan palsu.

“Himbauan kepada masyarakat, untuk lebih berhati-hati dalam menerima uang dari pihak manapun, cara yang paling simpel untuk membedakan uang asli atau palsu cukup dengan 3D, dilihat, diraba, dan diterawang,” imbauannya (Mus/arl).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Edi Sugandi Jabat Kasi Datun

Published

on

Caption : Edi Suganti saat dilantik di Kejari Empat Lawang

REL,Empat Lawang – Kepala Kejaksaaan Negeri (Kejari) Empat Lawang, Sigit Prabowo SH MH, melantik Edi Sugandi sebagai Kepala Seksi ( Kasi) Perdata dan Tata Usaha Negara (PTUN), menggantikan Andi Candra.

Sementara Andi Candra kini menjabat Kacabjari Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi

“Kita berharap Edi Suganda segera menyesuaikan diri di tempat kerja baru ini,” harap Sigit Prabowo.

Ini lantaran, diakuinya, tugas Datun sangatlah penting dalam pendampingan hukum, penegakan hukum serta pelayanan hukum.( Rel)

Baca Selengkapnya

Trending