Connect with us

Empat Lawang

12 Kelompok Dapat Bantuan Pemerintah

Published

on

RAPAT : Pelaksanaan rapat pertemuan koordinasi sinkronisasi pelaksanaan kegiatan KRPL, PUPM dan LPM di aula kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Empat Lawang, Selasa (15/10).

REL, Empat Lawang – Sebanyak 12 kelompok penerima bantuan pemerintah tahun anggaran 2019, mengikuti rapat pertemuan koordinasi sinkronisasi pelaksanaan tiga kegiatan di aula kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Empat Lawang, Selasa (15/10).

12 Kelompok penerima bantuan pemerintah tersebut, antara lain 5 kelompok penerima bantuan kegiatan kawasan rumah pangan lestari (KRPL), 4 kelompok pengembang usaha pangan masyarakat (PUPM) dan 3 kelompok kegiatan lumbung pangan masyarakat (LPM).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Empat Lawang, Marwan Effendi menjelaskan, dari tiga kegiatan yang dijalankan 12 kelompok tersebut, dua kegiatan merupakan kegiatan lanjutan yang dilaksanakan pada tahun sebelumnya. Yakni, kegiatan KRPL dan PUPM.

“Untuk kegiatan KRPL dan PUPM, itu merupakan kegiatan lanjutan. Kalau LPM itu baru tahun ini dilaksanakan,” terang Marwan, usai pelaksanaan rapat kemarin.

Diapun memamparkan, kegiatan KRPL bertujuan untuk menjamin ketersedian bahan pangan rumah tangga secara terus-menerus (berkesinambungan, red), dengan memanfaatkan secara optimal sumber daya yang ada, termasuk lahan pekarangan rumah. Sementara PUPM adalah, kegiatan memberdayakan kelompok usaha masyarakat seperti Kelompok Tani (Poktan), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) atau lembaga usaha masyarakat lainnya yang bergerak di bidang pangan.

“Tujuan kegiatan PUPM ini, untuk menyerap hasil pertanian masyarakat dengan harga yang mengutungkan petani terutama bahan pangan pokok dan strategis, kemudian mengelolah hasil pertanian itu dan kemudian menjualnya kembali dengan harga yang sudah ditetapkan pemerintah. Misalnya beras, mereka hanya boleh menjual dengan harga yang sudah ditetapkan yakni Rp8,5 ribu per kilo,” paparnya.

Dalam mengelolah kegiatan PUPM, lanjut Marwan, kelompok penerima bantuan pemerintah ini diberi anggaran Rp160 juta pada awal kegiatan. Dengan rincian anggaran itu, untuk membeli hasil pertanian dari petani Rp100 juta dan Rp60 juta untuk biaya kegiatan.

“Rp60 juta itu biaya kegiatan yang sifatnya habis pakai. Jika pelaksanaan kegiatanhya tidak ada kendala, tahun berikutnya kelompok penerima akan diberikan lagi lanjutan bantuan sebesar Rp60 juta untuk biaya kegiatan dan mereka wajib menyampaikan laporan kegiatan sebagai bentuk pertanggungjawaban kegiatan,” jelasnya.

Sementara itu lanjut Marwan, untuk kegiatan lumbung pangan masyarakat (LPM), merupakan kegiatan pemberdayaan lumbung pangan yang dikelolah masyarakat petani. Tentu saja, LPM yang menerima bantuan, sebelumnya sudah dibantu atau telah memiliki bangunan lumbung pangan.

“Mereka menerima bantuan hibah Rp50 juta pertahun. Dalam pengelolaannya menggunakan sistem 40 persen berbanding 60 persen gabah yang dibeli dari petani, 40 persen gabah harus tetap tersedia di dalam lumbung, 60 persen boleh diusahakan diambil keuntungannya,” terang Marwan.

Semua bantuan, kata Marwan, baik itu KRPL, PUPM dan LPM disalurkan langsung dari pemerintah provinsi ke kelompok penerima bantuan langsung ke rekening kelompok. Dalam hal ini, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Empat Lawang, hanya sebagai pihak pembimbing atau pendamping.

“Kita hanya pendamping, semua urusan masalah keuangan dalam tiga kegiatan itu ada di pihak provinsi. Harapan saya, kelompok penerima bantuan dapat benar-benar mengelolah bantuan itu dengan baik, sehingga tercapai kesejahteraan yang sesungguhnya,” tandasnya. (12)

Empat Lawang

Oknum Pol-PP Desa Gagahi Adik Ipar

Published

on

Caption : Ilustrasi

REL,Empat Lawang – Sepandai pandainya menyimpan bangkai suatu saat akan tercium juga baunya,

ungkapan pepatah lama ini pantas di gambarkan kepada Herman Cepal (42) warga Desa Talang Padang Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker) Kabupaten Empat Lawang yang melakukan perbuatan kejinya dengan menggagahi adik iparnya sendiri.

Diketahui Korban KT (12) warga Desa Talang Padang Kecamatan Paiker yang masih duduk dibangku sekolah dasar (Kelas 5) yang tidak lain adik kandung dari istri Herman Cepal.

Informasi yang didapat,perbuatan kejinya diketahui berawal saat kakak dari Korban,istri Herman Cepal yaitu PR (30) mengajak korban untuk bermalam dirumahnya,namun korban tidak mau dan menolak sambil menunjukan rasa ketakutannya,

Dengan melihat kondisi adiknya seperti terancam, PR pun bertanya kepada adiknya dan Dengan nada lugu dan polos KT pun menjawabnya dengan rasa ketakutnya,

Sehingga korban mengaku telah dua kali digagahi oleh pelaku,pada Rabu pagi tanggal 15 bulan Maret sebelum puasa Ramadhan Tahun 2019 sekira pukul 09 : 00 wib

Dan peristiwa kedua terjadi dihari Senin tanggal 24 April 2019 saat pukul 04.00 wib.

Ketika pelaku melakukan perbuatan kejinya,korban dalam keadaan sadar dan selanjutnya korban tidak sadarkan diri,jawabnya KT saat ditanya kakaknya.

Sontak,mendengar pengakuan dari adiknya yang telah digagahi oleh suami Kakaknya ,pihak keluarga korban pun langsung melaporkan kejadian tersebut kepihak yang berwajib

Camat Pasemah Air Keruh (Paiker) Noperman Subhi diketika dikompirmasi wartawan membenarkan kejadian tersebut.

“Ya Benar ada warga Desa Talang Padang,sekarang sudah ditangaini oleh kepolisian,”Ungkapnya saat dihubungi melalui via pesan singkat whatsapp.Jum’at (7/8)

Dikatakannya lebih lanjut,pelaku Herman Cepal adalah salah satu anggota pol-pp desa yang bertugas di Desa Talang Padang

“Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan laporan dari anggota pol-pp desa bahwa ada anggota mereka yang melakukan pemerkosaan kepada adik iparnya dan kasusnya sudah dilaporkan ke polsek paiker,”Jelasnya

Masih dikatakan Noperman,pelaku saat ini telah melarikan diri dan sudah tidak ada lagi di Desa Talang Padang

“Belum ditangkap atau belum menyerahkan diri,masih bebas, tapi sudah tidak bermukim lagi di Talang padang,pelaku sudah lari,”Tukasnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Pisah Sambut Dandim 0405 Lahat,Empat Lawang Butuh TNI

Published

on

foto : Ist Caption : Bupati Empat Lawang memberikan cindera mata kepada Lektol Kav Sungudi.

 

REL,Empat Lawang – Pisah Sambut jabatan Dandim 0405 Lahat Letkol Kav Sungudi,SH.M,Si yang digantikan oleh Letkol Syawab Al Amien SE bertempat di Pendopoan rumah dinas bupati Empat Lawang Kelurahan Kupang Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.Kamis (6/8).

Dalam acara pisah sambut juga dihadiri para Forkopimda dan jajaran pemerintahan Kabupaten Empat Lawang, berjalan dengan tertib dan aman.

Letkol kav sungudi SH. M. Si dalam kata sambutannya menyampaikan,
sangat terharu,karena dalam rangka mengakhiri purna tugasnya bupati pat Lawang mengadakan pisah sambut yang sebelumnya belum ada.

Iapun mengatakan,sebelum kepergiannya ke jakarta,ditempat tugas yang baru,tentunya selama dua tahun dirinya menjabat,dirinya merasa Empat Lawang sangat hangat kehidupannya dalam kekeluargaan,terkhusus terasa lebih dari saudara kandung,

“Terimah kasih atas bimbingan bantuan bupati dalam penugasan kami di Empat Lawang,untuk menuju Empat Lawang yang madani,karena selama kebersamaan kita bersama unsur Forkominda dan elemen eleman lain, selaku manusia biasa saya minta maaf yang sebesar besarnya,”Ucapnya

Dan iapun mohon diri untuk melanjutkan perjuangan di Mabesad, untuk itu saya mohon doa dan restu semoga saya mampu menjalan tugas dengan sebaik mungkin untuk batu loncatan karir saya

Letkol Syawab Al Amien SE mengatakan dalam kata sambutannya
sangat berterima kasih atas acara pisah sambut, dalam rangka sertijab Dandim 0405/Lahat

Tentunya,Kodim 0405/lahat,mempunyai tiga wilayah, yang mana sebelumnya sudah mengadakan acara pisah sambut, namun,dengan bupati Empat Lawang sangat berbeda sambutannya terhadap dirinya yang begitu hangat

“Besar harapan kami diterima di Empat Lawang dan kami berjanji akan bekerja semaksimal mungkin untuk kemajuan Empat Lawang serta Kami akan melaksanakan tugas yang sebelumnya sudah dilakukan oleh pejabat sebelumnya berjalan dengan baik,”Ungkapnya.

Sementara itu,Bupati Empat Lawang H.Joncik Muhammand juga menyampaikan,malam hari ini kita melepas Letkol Kav sungudi,

iapun menjelaskan dalam karirnya bertugas,yang sangat berkesan yang pernah dihadapkan dengan insiden saat pilkada di Empat Lawang

“Kami pernah bersepakat untuk keamanan,yang mana kami di dukung oleh TNI/POLRI,karena saya sudah berjanji waktu kampanye berkat bantuan porkominda dan terkhusus letkol Kav sungudi yang mendukung keamanan sehingga keamanan di Empat Lawang sudah tercapai,yang dimana dahulunya Empat Lawang adalah terkenal daerah kriminal,”Cetusnya.

Saya lanjutnya, atas nama pribadi dan pemerintah kami sangat berterima kasih atas dedikasi dan kerja letkol kav sungudi yang sudah berbuat yang terbaik untuk Empat Lawang,

“Semoga karir letkol Kav sungudi mencapai karir dengan baik seperti apa yang kita cita citakan,”Ungkapnya.

Dan lanjutnya,selamat kepada pejabat dandim yang baru semoga dalam bertugas kedepan akan lebih baik,karena kami butuh kerja sama yang baik untuk mendukung kabupaten Empat Lawang yang madani.

“Marilah kita jaga hubungan baik yang sudah terjalin selama ini, kami sangat membutuhkan dukungan kepada pihak Kodim 0405/Lahat,”Harapnya.

dijelakannya lebih lanjut,Kabupaten Empat Lawang terdiri dari 147 desa dan 9 kelurahan, yang mana suhu politik Empat Lawang sangat tinggi dan sangat rentan terhadap konflik, semoga Empat Lawang aman

“Empat Lawang adalah daerah tani, untuk itu saya sangat mengharap dukungan dari TNI karena program TNI yang memajukan sektor pertanian dalam hal ini cetak sawah, saya yakin keberadaan TNI mampu memajukan pertanian di kabupaten Empat Lawang,”Tukasnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Reskrimum Polda Sumsel Datangi PUPR Empat Lawang,Hanya Berkunjung dengan Kerabat

Published

on

Caption : Suarno Reskrimum Polda Sumsel saat di wawancarai sejumlah awak media di depan Kantor PUPR Empat Lawang.

REL,Empat Lawang – Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Empat Lawang kedatangan tamu dari Reskrimum Polda Sumsel.

Dari pantauan dilapangan,kedatangan anggota Rekrimum Polda tersebut diketahui berjumlah empat orang (Laki laki ) dan belum diketahui tujuan maksud kedatangannya.

Sebab disaat awak media ingin mengambil gambar,pintu ruangan Kabid Sumber daya air tempat bertemunya anggota Reskrimum polda bersama pegawai PUPR dikunci dan dilarang untuk mengambil gambar.

Entah apa yang menjadi pembahasan mereka sehingga pintu ruangan itu pun dikunci dan di jaga oleh pegawai PUPR dan mengatakan kepada awak media yang sedang mengambil gambar untuk tidak mefoto “Jangan di Poto,tidak boleh di poto”kata salah satu pegawai yang ada di dalam ruangan tersebut.

Setelah berjelang beberapa menit kemudian rombongan Reskrimum Polda keluar dan pintu utama kantor PUPR pun dikunci sehingga awak media tidak dapat masuk.

Pada saat anggota Reskrimum Polda dimintai keterangan oleh sejumlah awak media ,ia pun mengatakan kunjungannya itu hanya sekedar mengunjungi kerabatnya.

“Tujuan saya mau ke lubuk linggau dan saya mampir kesini untuk mengunjungi kerabat saya (Sekretaris PUPR) ,tidak ada untuk memeriksa karena saya bukan Tipidkor,saya Reskrimum tidak ada kaitannya dengan Tipidkor,”Kata Suarno yang mengaku dari Reskrimum Polda Sumsel.Rabu (5/8).

Sementara sejumlah awak media yang ingin mengkompirmasi ke Dinas PUPR terkait kedatangan dari Reskrimum Polda, tidak ada satu pun yang mau dikompirmasi seakan akan menghindar dari awak media,sampai berita ini masuk dapur redaksi pihak PUPR Empat Lawang tidak dapat dikompirmasi

Diketahui belakangan ini kepala PUPR Empat Lawang (SR) sedang dalam penyidikan oleh kejati Sumsel terkait fee proyek.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending