Connect with us

Empat Lawang

11 Desa Realisasi PBB Masih ‘0’ Persen

Published

on

SERAHKAN : Asisten III Setda Empat Lawang Qobal Antoni menyerahkan piagam penghargaan kepada Camat Sikap Dalam Irtansi yang telah lunas 100 persen PBB, Kamis (22/11).

REL, Empat Lawang – Kesadaran bayar pajak bumi dan bangunan (PBB) warga di Kabupaten Empat Lawang tergolong rendah,  setidaknya hingga november ini 11 desa yang realisasi PBB nol persen alias tidak bayar sama sekali,  sementara dibawah 50 persen sebanyak 27 desa,  hal ini terungkap dalam peringatan hari bulan bakti pelunasan PBB-BP2 oleh Badan Pengelolaan pajak dan retribusi daerah (BP2RD), Kamis (22/11/2018).

Kepala BP2RD Aidil Yuliansyah menjelaskan, 11 desa kategori nol persen yakni Desa Talang Padang Kecamatan Paiker,  Ujung Aling,  Ulak Nengkudu, Seguring Kecik,  Sugiwaras,  Baturaja Lama,  baturaja baru,  kota gading serta pancur mas kecamatan tebing tinggi,  kemudian suka kaya kecamatan saling dan bayau kecamatan pendopo, sementara dibawah 50 persen,  kecamatan tebing tinggi ada 16 desa,  kecamafan saling 3 desa, kecamatan pendopo 7 desa dan kecamatan pendopo 1 desa.

“Desa yang belum bayar dan belum dilunas masih bisa di bayar sampai desember 2018 mendatang, jika tidak akan di akumulasi di tahun berikut, ” ujar Aidil,

Selanjutnya Aidil menjelaskan, realisasi PBB 2018 terbaik pertama diraih Kecamatan Sikap dalam realisasi 100 persen sebanyak Rp 68.965.405, posisi kedua Kecamatan Ulu Musi realisasi 100 persen sebanyak Rp 83.699.575, ketiga Kecamatan Lintang Kanan realisasi 100 persen sebanyak Rp 78.882.130, Posisi keempat Kecamatan Talang Padang 93 persen Rp 49.882.130, kelima Kecamatan Paiker 89 persen Rp 73.388.100, keenam Kecamatan Pendopo 64 persen Rp 116.411.559, ketujuh kecamatan Pendopo Barat 56 persen, Rp 44.167.628, kedelapan Kecamatan Muara Pinang 53 persen Rp 65.700.441, Kesembilan Kecamatan Saling 42 persen  Rp 30.581.489 dan terakhir kesepuluh Kecamatan Tebing Tinggi 28 persen sebanyak Rp 119.392.409.

“Yang terbesar diberikan hadiah menarik sesuai janji bahkan ada lagi 75 desa yang realisasi 100 persen lebih dulu di berikan handphone,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Empat Lawang joncik Muhammad diwakili Asisten III Qobal Antoni  menyayangkan rendahnya partiipasi warga membayar pajak,  apalagi masih ada desa yang kategori nol persen,  pihaknya minta segera ditindak lanjuti dan dibuatkan edaran agar segera dilunasi, kemudian surat edaran agar pelunasan pajak di kaitkan dengan pelayanan masyarakat,  contohnya Pelayanan kesehatan, pembuatan KTP/KK, keterangan Lurah/Kades keniakan pangkat melamar PNS semua harus dilengkapi lunas pajak.

“Tolong kita menjadi tauladan warga yang baek, jangan dipermalukan hati orang yang tidak taat pajak,  apa lagi saya ketahui sewaktu menjadi Plt BP2RD dulu ada banyak ASN yang tidak bayar PBB,” tegasnya.

Lebih lanjut Qobal mengucapkan selamat kepada kecamatan dan desa yang menerima penghargaan baik piagam maupun hadia karena realisasi lunas pajak semoga kedepan lebih giat lagi,  pun begitu kepada desa yang belum,  masih ada waktu hingga Desember untuk melakukan pelunasan. “Selamat, semoga kedepan relisasi pajaknya lebih tinggi lagi,” pungkasnya. (12)

 

Empat Lawang

ODGJ Resahkan Masyarakat ,Instansi Terkait Saling Lempar Tanggung Jawab

Published

on

Caption : Nampak ODGJ yang berkeliaran di Pasar Tebing Tinggi meresahkan Masyarakat

REL,Empat Lawang – Permasalahan penertiban orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Bumi saling kruani sangi krawati menjadi perhatian srius bagi pemerintahan kabupaten Empat Lawang.

Pasalnya,masih banyak ODGJ yang berkeliaran di pasar Tebing Tinggi baik odgj perempuan maupun laki laki, membuat pedagang maupun pembeli merasa resah dan ketakutan dengan keberadaanya

Namun sangat disayangkan,instansi terkait seolah olah tutup mata hingga saling lempar tanggung jawab untuk menuntaskan permasalahan ini yang mana seharusnya saling bekerjasama untuk memberikan rasa nyaman kepada masyarakat

Seperti yang diungkapkan Dodi salah satu pedagang mengatakan kalau di depan toko miliknya hampir setiap hari ada ODGJ yang sering nongkrong dan meminta uang kepada pelanggan yang berbelanja .

“Ia kurang waras, sering minta minta dan juga sering menghadang jalan tentunya kami agak resah di buatnya,”kata Dodi,Rabu (13/01)

Ia juga menjelaskan , kalau ODGJ setiap tahunnya semakin bertambah di Pasar Tebing Tinggi tidak tau datang dari mana asalnya.

“Banyak, kalau di hitung mungkin puluhan orang baik laki – laki maupun perempuan ODGJ yang sering berkeliaran,”ungkapnya

Senada dengan Ija, salah seorang pembeli mengaku kalau dirinya sering takut kalau sedang berbelanja berpapasan dengan ODGJ,”kami ibu – ibu ini terkadang takut melihat ODGJ berkeliaran sambil ngoceh – ngoceh,”katanya

Sementara, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Empat Lawang Eka Agustina melalui Kabid Rehabilitasi Rendra Ardiyansyah mengungkapkan kalau masalah ODGJ itu pihaknya hanya menampung dan merehab saja kalau yang lapangan itu urusan POL – PP.

“Masalah ODGJ itu seharusnya Pol PP nanti kalau sudah di tangkap baru ke Dinsos untuk pembinaan,”katanya

Terpisah Kasat Pol PP Empat Lawang Taufik menanggapi banyaknya ODGJ Mengatakan kalau masalah itu bukan hanya di bebankan ke Pol PP melainkan melibat banyak instansi terkait.

“Operasi penertiban ODGJ melibatkan banyak Instansi, giatnya bisa siapa saja, dan Jika dinas terkait meminta kami siap membantu. Karena harus ada tindak lanjut jika ditertibkan. Dibawa ke mana Dan lain-lain,”terangnya (Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Warga Keluhkan Lalat Peternakan Ayam

Published

on

Foto : PADRI / REL Caption : Kandang peternakan ayam yang berada di jalan poros noerdin pandji tidak jauh dari jalan aspal.

REL,Empat Lawang – Warga keluhkan peternakan ayam yang berada di jalan poros noerdin pandji Desa Mekar Jaya (3a) Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang

Pantauan dilapangan,diketahui peternakan ayam itu sudah lama beroperasi dan bertempat dipinggir jalan kurang lebih 100 meter dari badan jalan serta dekat dengan pemukiman warga.

“Sangat mengganggu karena kotor ayam itu mengakibatkan atau mengundang banyak lalat,jadi lalat nya beterbangan yang dapat menimbulkan penyakit,”Kata T warga setempat yang tidak mau namanya dimuat dimedia, mengeluhkan adanya peternakan ayam

Masih dikatakan T ,kalau peternakan ayam itu mengantongi izin alangkah baiknya dilakukan penyemprotan agar lalat lalat yang beterbangan tidak mengganggu warga sekitar.

“Untuk instansi yang berkompeten agar dapat memberitahukan kepada pemilik peternakan untuk melakukan penyemprotan,supaya lalatnya tidak beterbangan kemana mana,”Jelasnya.

Sebab ungkapnya,disekitaran kandang peternakan ayam itu berdampingan dengan pemukiman warga,selain bisa menimbulkan penyakit juga dapat mengganggu warga sekitar.

“Disekitaran kandang ayam itu banyak pemukiman warga,prumnas maupun ada perkantoran,”Ucapnya.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Irtansi,SE melalui kasi Penataan dan Pentaatan Lingkungan Hidup (PPLH ) Yulias mengatakan pihaknya sudah melakukan pengawasan terhadap pemilik peternakan.

“Tahun kemarin Kami mendapatkan laporan dari kantor dinas koperasi sudah ditanggapi sudah dikasihkan komitmen dan teguran untuk melakukan pengelolaan penyiraman kotoran dibawa kandang dan aliran limbahnya dialirkan kekolam untuk dibersihkan setiap hari,”Kata Yulias

Masih dikatakan Yulias,kalau izin SPPL nya sudah ada akan tetapi untuk izin lainnya peternakan ayam itu belum memiliki izin,

“Kalau SPPL nyo sudah keluar sebab sudah memenuhi syarat,kalau izin yang lain tidak di setujui,”Sambungnya

Kalau mengikuti prosedurnya ,bagi masyarakat yang ingin melaporkan keluhannya bisa langsung mengirimkan surat resmi ke dinas dan akan di tanggapi oleh kepala langsung.

“Tapi tetap kami tanggapi dari bidang kami untuk pengawasannya,nanti kami akan lakukan pengawasan lagi dan akan berikan teguran kedua kepada pemilik ternak ayam itu,kalau memang tidak lagi taat atau mau ikuti aturan maka kami akan mencabut izin SPL-nya,”Tukasnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Gedung Kosong Jadi Tempat Transaksi Narkoba

Published

on

Diduga Kedua Pelaku saat diamankan di Mapolsek Pendopo

REL,Empat Lawang – Dua orang pemuda warga Desa Nanjungan Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang. Diciduk oleh unit Reskrim Polsek Pendopo, lantaran kedapatan sedang bertransaksi Narkoba jenis Sabu.

Keduanya yakni Af (19) dan PN (19) ditangkap disebuah gedung kosong di Desa Lubuk Layang, Kemarin (7/1/2021).

Kapolsek Pendopo AKP Heri Widodo didampingi Kasubag Humas AKP Hendri Antonius mengatakan, penangkapann kedua pelaku itu, berawal dari informasi masyarakat bahwa diwilayah itu kerap dijadikan tempat transaksi narkoba.

Benar saja setelah melakukan pengintaian dan penyelidikan bersama unit Reskrim langsung melakukan pengerbekan.

Dari pengerbekan itu, polisi mendapatkan barang bukti 10 paket narkoba siap edar, dua buah alat hisap (bong) dua buah hp, 50 plastik bening klip dan Uang tunai sebanyak 350 ribu.

“Dari tangan kedua pelaku didapati 10 paket narkoba jenis sabu, maka dari itu langsung kami amankan ke Mapolsek untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” kata Heri.

Ditambahkanya, kedua pelaku saat digerbek lalu ditangkap tanpa perlawanan sama sekali.

Akibat perbuatannya kedua pelaku dikenakan Pasal 114 Ayat (1) Subs Pasal 112 Ayat (1) dan Pasal 112 Ayat (1) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU. RI. No. 35 Tahun 2009, tentang Narkotika.

“Kami akan terus kembangkan mencari tahu dari mana asal norkoba jenis sabu ini,” tandasnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending